Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 19 Mei 2026

Viral di Medsos, Jeritan Warga Siraja Hutagalung: Galian Hancurkan Irigasi dan Jalan Kami

Anwar Lubis - Selasa, 19 Mei 2026 15:24 WIB
113 view
Viral di Medsos, Jeritan Warga Siraja Hutagalung: Galian Hancurkan Irigasi dan Jalan Kami
Foto: Dok/Tangkapan Layar
Tangkapan layar video yang viral di media sosial, memperlihatkan warga Desa Siraja Hutagalung, Taput, menagih janji Bupati Taput untuk menutup permanen aktivitas galian, Selasa (19/5/2026).

Taput(harianSIB.com)

Sebuah video yang merekam keluhan warga Desa Siraja Hutagalung, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), viral di media sosial, Selasa (19/5/2026).

Dalam video tersebut, warga mengungkapkan kekecewaan mendalam karena aktivitas galian C pasir sungai di wilayah mereka terus beroperasi, meski Bupati Taput Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, beserta anggota DPRD telah berjanji secara tertulis untuk menutupnya secara permanen.

Desa Siraja Hutagalung sendiri merupakan desa yang letaknya strategis, berbatasan langsung dengan ibu kota Kabupaten Taput. Namun justru kedekatan geografis itu tidak membuat nasib warganya lebih diperhatikan.

Dalam video yang kini beredar luas itu, perwakilan warga menyebutkan, sejak Desember tahun lalu, mereka telah menunggu realisasi janji penutupan permanen galian yang beroperasi di desa mereka. Janji tersebut bukan sekadar lisan melainkan tertuang dalam surat edaran resmi yang ditandatangani Bupati Taput Jonius.

Baca Juga:
"Janji ini dari pejabat, sampai dengan anggota Dewan, untuk menutup permanen galian yang ada di Desa Siraja Hutagalung. Sudah ditandatangani dan diberikan janji untuk masyarakat. Nyatanya kami tunggu 6 bulan, kembali lagi beroperasi," ujar salah seorang perwakilan warga dalam video tersebut.

Dampak aktivitas galian itu dirasakan langsung oleh warga, terutama para petani. Saluran irigasi Hasak II yang selama ini menjadi andalan pengairan lahan pertanian warga dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat aktivitas galian di bawahnya.

"Kami tidak bisa mengolah lahan pertanian kami karena air tidak bisa mengalir. Tali air yang sudah dibangun dan diperbaiki dari Hasak II tidak dapat berfungsi karena galian yang ada di bawah membuat Hasak II hancur," keluh warga dalam video itu.

Kondisi ini disebut warga sebagai yang paling parah sepanjang tahun ini. Musim tanam terancam gagal karena sistem pengairan lumpuh total.

Selain irigasi, jalan desa juga menjadi korban. Warga menuding lalu lintas kendaraan berat milik pengelola galian sebagai biang kerusakan jalan yang kini dalam kondisi memprihatinkan.

Yang lebih menyakitkan, warga menyebut selama ini pihak pengelola galian memungut uang portal dari kendaraan yang melintas. Namun tidak ada satu pun hasil pungutan itu yang terlihat digunakan untuk memperbaiki jalan desa.

"Jalan juga hancur, tidak ada solusi. Sementara selama ini uang portal pun berjalan, tapi tidak nampak pembangunannya untuk jalan Desa Siraja Hutagalung," tegas perwakilan warga.

Dalam video itu juga, warga secara tegas meminta Bupati Taput untuk menepati janjinya sesuai surat edaran yang telah diterbitkan yakni menutup permanen aktivitas galian di wilayah mereka.

"Kami memohon, permintaan kami untuk hari ini kepada Bapak Bupati, sesuai dengan surat edaran yang Bapak berikan, kami menunggu solusinya," pinta perwakilan warga (**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Hingga Oktober 2018, Lahan Pertanian yang Diasuransikan 5.001,95 Ha
Kepala SMKN 1 Siatas Barita Ganti Sepatu Siswa yang Dibakar dan Minta Maaf kepada Orangtua
Material Galian C Berceceran di Jalinsum Gebang Langkat
Orang Tua Tak Terima Perlakuan Kepala SMKN 1 Siatas Barita Bakar Sepatu Siswa
13 - 17 Oktober 2018, Festival Tenun Nusantara di Tapanuli Utara
Pemko akan Perbaiki Kerusakan Jalan Demokrasi dan Jalan Sumber Jaya II
komentar
beritaTerbaru