Penasihat Hukum Enda Simakasura Minta Majelis Hakim Batalkan Dakwaan Korupsi Waterfront City
Medan(harianSIB.com)Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi proyek penataan Kawasan Waterfront City Pangururan dan Kawasan Tele, Kabupaten Sa
Sibuhuan(harianSIB.com)
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Padang Lawas (Palas) mengaku telah menerima informasi dari masyarakat terkait kondisi air Sungai Sosa yang terpantau menghitam di sejumlah titik. Namun hingga Selasa (7/7/2026) sore, DLH belum melakukan pengecekan lapangan karena mengaku belum mengetahui secara pasti titik lokasi yang dilaporkan warga.
Informasi mengenai perubahan warna air sungai tersebut sebelumnya beredar melalui video dan foto yang direkam warga. Dalam dokumentasi yang diterima harianSIB.com, air Sungai Sosa tampak berwarna cokelat gelap hingga kehitaman.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kondisi air menghitam tersebut terpantau mulai dari wilayah Desa Pasir, Kecamatan Sosa Julu, Desa Janji Raja dan Aek Tinga, Kecamatan Sosa, kemudian mengalir ke hilir hingga terlihat di sekitar Jembatan Kanoko, Desa Lubuk Bunut, Kecamatan Hutaraja Tinggi.
Salah seorang warga yang mengirimkan video kepada harianSIB.com mengatakan perubahan warna air Sungai Sosa mulai terlihat dari wilayah Desa Pasir, Kecamatan Sosa Julu, Desa Janji Raja hingga Aek Tinga di Kecamatan Sosa.
Baca Juga:"Pantauan kami mulai dari Desa Pasir, Janji Raja sampai ke hilir terlihat menghitam. Di Lubuk Bunut juga masih terlihat gelap," ujarnya.
Keterangan serupa disampaikan warga di Desa Lubuk Bunut, Kecamatan Hutaraja Tinggi. Menurutnya, kondisi air Sungai Sosa yang berwarna gelap juga terlihat di sekitar bawah Jembatan Kanoko pada Selasa pagi, menandakan perubahan warna air telah mengalir hingga ke wilayah hilir sungai.
Sejumlah warga menduga perubahan warna air sungai berasal dari aktivitas Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di kawasan hulu sungai. Namun dugaan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan verifikasi dari instansi berwenang.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Padang Lawas, Mhd Khaidir Harahap ST melalui Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas, Maria Ulfah Nasution dan Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran, Hayati Gustina Sari, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, membenarkan pihaknya telah menerima informasi tersebut.
"Sudah ada informasi yang masuk pagi tadi. Namun kami belum mengetahui secara pasti lokasi dan siapa warga yang melapor karena nomor yang menyampaikan informasi tidak dapat dihubungi kembali. Informasi yang kami terima menyebutkan lokasi berada di sekitar Janji Raja," kata Maria.
Meski telah menerima informasi tersebut, DLH Palas mengaku belum menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan verifikasi.
"Belum, karena kami belum mengetahui titik pastinya," ujarnya.
Akibat belum adanya pengecekan langsung, DLH juga belum dapat memberikan kesimpulan terkait penyebab perubahan warna air sungai tersebut.
"Kami belum memiliki hasil pengamatan di lapangan. Untuk memastikan ada atau tidaknya pencemaran tentu harus dilakukan pemeriksaan dan pengujian terlebih dahulu," tambahnya.
Terkait keberadaan perusahaan pengolahan kelapa sawit (PKS) di sepanjang daerah aliran Sungai Sosa, DLH menyebut terdapat beberapa perusahaan yang berada di kawasan tersebut, di antaranya PT MSB, PT KAS dan PT SH.
Namun demikian, menurut Hayati Gustina Sari, hasil pengawasan yang dilakukan dalam tiga bulan terakhir belum menemukan adanya pelanggaran terkait pengelolaan limbah cair perusahaan-perusahaan tersebut.
"Selama pengawasan yang kami lakukan dalam tiga bulan terakhir, tidak ada temuan terkait limbah yang bermasalah. Hasil pengujian yang ada juga masih berada di bawah baku mutu," katanya.
DLH juga mengaku tidak menemukan indikasi kebocoran kolam limbah, luapan limbah maupun pembuangan limbah langsung ke badan sungai dari perusahaan yang diawasi.
Saat ditanya apakah perubahan warna Sungai Sosa berpotensi berasal dari aktivitas industri, termasuk PKS sawit, pihak DLH menyatakan belum dapat memastikan hal tersebut.
"Belum bisa dipastikan, karena kondisi cuaca belakangan ini juga sering hujan. Untuk menentukan sumber pencemaran harus melalui pemeriksaan dan uji laboratorium," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, DLH Palas belum memastikan jadwal peninjauan lapangan maupun pengambilan sampel air untuk memastikan penyebab perubahan warna Sungai Sosa yang dikeluhkan warga tersebut. (**)
Medan(harianSIB.com)Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi proyek penataan Kawasan Waterfront City Pangururan dan Kawasan Tele, Kabupaten Sa
Medan(harianSIB.com)Tim penasihat hukum Eslo Simanjuntak mengapresiasi putusan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada
Taput(harianSIB.com)Para kepala sekolah di Wilayah IV meliputi Kecamatan Pahae Jae, Pahae Julu, Simangumban dan Purbatua, Kabupaten Tapanul
Tapteng(harianSIB.com)Gerakan dukungan masyarakat untuk mengungkap kebenaran di balik kematian Boy Simamora (21) terus memuncak. Usai melaku
Medan(harianSIB.com)Panitia Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke50 Tahun 2026 menegaskan, harga tiket masuk (HTM) tidak hanya menjadi akses
Medan(harianSIB.com)Fraksi Nasdem DPRD Medan menyampaikan empat rekomendasi kepada pemerintah kota untuk meningkatkan kualitas pelayanan pub
Dhaka(harianSIB.com)Sebanyak 61 calon penumpang tujuan Malaysia dilaporkan meninggalkan Bandara Internasional Hazrat Shahjalal, Dhaka, Bangl
Medan(harianSIB.com)Eslo Simanjuntak divonis bebas dalam kasus korupsi penguasaan dan penyewaan lahan PTPN IV Regional II, Jalan Simbolon No
Pematangsiantar(harianSIB.com)Kepedulian terhadap sesama terus diwujudkan Polres Pematangsiantar melalui kegiatan bakti sosial (baksos) ke P
Medan(harianSIB.com)Indonesia membutuhkan semakin banyak talenta muda yang mampu beradaptasi dan berkontribusi di tengah perubahan dunia yan
Lubukpakam(harianSIB.com)Sebanyak 618 peserta didik jenjang SMP seKabupaten Deli Serdang mengikuti Gala Siswa Indonesia (GSI) Cabang Sepak
Medan(harianSIB.com)Anggota DPRD Sumatera Utara, Viktor Silaen SE MM, mendesak penyelenggara Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) meninjau kemba