Avanza Versus Kereta Api Siantar Express di Sergai, Satu Tewas
Sergai(harianSIB.com)Mobil Avanza nomor polisi B 2803 PZH tertabrak kereta api penumpang Siantar Express di perlintasan tanpa palang pintu D
Sibuhuan(harianSIB.com)
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Padang Lawas (Palas) mengaku telah menerima informasi dari masyarakat terkait kondisi air Sungai Sosa yang terpantau menghitam di sejumlah titik. Namun hingga Selasa (7/7/2026) sore, DLH belum melakukan pengecekan lapangan karena mengaku belum mengetahui secara pasti titik lokasi yang dilaporkan warga.
Informasi mengenai perubahan warna air sungai tersebut sebelumnya beredar melalui video dan foto yang direkam warga. Dalam dokumentasi yang diterima harianSIB.com, air Sungai Sosa tampak berwarna cokelat gelap hingga kehitaman.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kondisi air menghitam tersebut terpantau mulai dari wilayah Desa Pasir, Kecamatan Sosa Julu, Desa Janji Raja dan Aek Tinga, Kecamatan Sosa, kemudian mengalir ke hilir hingga terlihat di sekitar Jembatan Kanoko, Desa Lubuk Bunut, Kecamatan Hutaraja Tinggi.
Salah seorang warga yang mengirimkan video kepada harianSIB.com mengatakan perubahan warna air Sungai Sosa mulai terlihat dari wilayah Desa Pasir, Kecamatan Sosa Julu, Desa Janji Raja hingga Aek Tinga di Kecamatan Sosa.
Baca Juga:"Pantauan kami mulai dari Desa Pasir, Janji Raja sampai ke hilir terlihat menghitam. Di Lubuk Bunut juga masih terlihat gelap," ujarnya.
Keterangan serupa disampaikan warga di Desa Lubuk Bunut, Kecamatan Hutaraja Tinggi. Menurutnya, kondisi air Sungai Sosa yang berwarna gelap juga terlihat di sekitar bawah Jembatan Kanoko pada Selasa pagi, menandakan perubahan warna air telah mengalir hingga ke wilayah hilir sungai.
Sejumlah warga menduga perubahan warna air sungai berasal dari aktivitas Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di kawasan hulu sungai. Namun dugaan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan verifikasi dari instansi berwenang.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Padang Lawas, Mhd Khaidir Harahap ST melalui Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas, Maria Ulfah Nasution dan Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran, Hayati Gustina Sari, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, membenarkan pihaknya telah menerima informasi tersebut.
"Sudah ada informasi yang masuk pagi tadi. Namun kami belum mengetahui secara pasti lokasi dan siapa warga yang melapor karena nomor yang menyampaikan informasi tidak dapat dihubungi kembali. Informasi yang kami terima menyebutkan lokasi berada di sekitar Janji Raja," kata Maria.
Meski telah menerima informasi tersebut, DLH Palas mengaku belum menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan verifikasi.
"Belum, karena kami belum mengetahui titik pastinya," ujarnya.
Akibat belum adanya pengecekan langsung, DLH juga belum dapat memberikan kesimpulan terkait penyebab perubahan warna air sungai tersebut.
"Kami belum memiliki hasil pengamatan di lapangan. Untuk memastikan ada atau tidaknya pencemaran tentu harus dilakukan pemeriksaan dan pengujian terlebih dahulu," tambahnya.
Terkait keberadaan perusahaan pengolahan kelapa sawit (PKS) di sepanjang daerah aliran Sungai Sosa, DLH menyebut terdapat beberapa perusahaan yang berada di kawasan tersebut, di antaranya PT MSB, PT KAS dan PT SH.
Namun demikian, menurut Hayati Gustina Sari, hasil pengawasan yang dilakukan dalam tiga bulan terakhir belum menemukan adanya pelanggaran terkait pengelolaan limbah cair perusahaan-perusahaan tersebut.
"Selama pengawasan yang kami lakukan dalam tiga bulan terakhir, tidak ada temuan terkait limbah yang bermasalah. Hasil pengujian yang ada juga masih berada di bawah baku mutu," katanya.
DLH juga mengaku tidak menemukan indikasi kebocoran kolam limbah, luapan limbah maupun pembuangan limbah langsung ke badan sungai dari perusahaan yang diawasi.
Saat ditanya apakah perubahan warna Sungai Sosa berpotensi berasal dari aktivitas industri, termasuk PKS sawit, pihak DLH menyatakan belum dapat memastikan hal tersebut.
"Belum bisa dipastikan, karena kondisi cuaca belakangan ini juga sering hujan. Untuk menentukan sumber pencemaran harus melalui pemeriksaan dan uji laboratorium," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, DLH Palas belum memastikan jadwal peninjauan lapangan maupun pengambilan sampel air untuk memastikan penyebab perubahan warna Sungai Sosa yang dikeluhkan warga tersebut. (**)
Sergai(harianSIB.com)Mobil Avanza nomor polisi B 2803 PZH tertabrak kereta api penumpang Siantar Express di perlintasan tanpa palang pintu D
Tapanuli Utara(harianSIB.com)Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago ke HKBP Desa Dolok Na
Tapanuli Utara(harianSIB.com)Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB)
Taput(harianSIB.com)Hasil pemantauan dan uji sampel yang dilakukan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Tap
Medan(harianSIB.com)Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,81 ke level 6.521,75 pada perdagangan hari ini, di tengah aksi dem
Medan(harianSIB.com)Mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Sekretariat Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Hendra Parw
Medan(harianSIB.com)Ratusan orang yang tergabung dalam kelompok pencari keadilan bagi almarhum Winda Lorenza Gowasa memadati gerbang masuk M
Sibolangit(harianSIB.com)Personel Polsek Pancurbatu Polrestabes Medan menggelar Gerebek Sarang Narkoba (GSN) di Dusun 3, Desa Bandar Baru, K
Medan(harianSIB.com)Perkara pembunuhan Lina yang sempat menghebohkan hingga tingkat nasional ketika bergulir di Pengadilan Negeri Medan. Kin
Simalungun(harianSIB.com)DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Simalungun menggelar Rapat Paripurna untuk membahas rancangan Kebijakan Umum Angg
Berlin(harianSIB.com)Otoritas Jerman mencatat rekor 15.800 kematian terkait suhu panas, seiring Eropa berjuang melewati serangkaian gelomban
Simalungun(harianSIB.com)Ketua DPP Himapsi (Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun) Bidang Seni Budaya, Apriando Purba mengajak masyarakat