Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 15 Agustus 2026

Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Gelar Pelatihan Pengrajin Anyaman Baion di Desa Matiti 2

Redaksi - Sabtu, 15 Agustus 2026 15:14 WIB
132 view
Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Gelar Pelatihan Pengrajin Anyaman Baion di Desa Matiti 2
Foto: SIB/Dok Dosen UNITA
Tim dosen dan mahasiswa Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA) menggelar pelatihan pengoperasian dan perawatan Alat Pengering Purun Hibrida terhadap pengrajin Baion Desa Matiti 2 Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbanghasundutan.

Menurutnya, kegiatan pelatihan kali ini secara spesifik membekali para pengrajin yang tergabung dalam Kelompok Setia dengan keterampilan teknis merawat dan mengoperasikan mesin pengering.

Sebelumnya, tim yang diketuai Dahlia Nopelina Siallagan bersama anggota Trimey Liria Hutauruk dari Akademi Keperawatan Tarutung dan Ipan Sihite dari UNITA telah melakukan serangkaian intervensi hulu-hilir. Mulai dari inovasi desain produk kontemporer seperti tas laptop dan aksesori rumah, pelatihan manajemen usaha, hingga pendampingan pemasaran digital dan pembentukan badan hukum Koperasi "Baion Pearaja".

Nopelina menerangkan, dirinya melihat potensi besar anyaman Baion tersebut. Tantangannya adalah regenerasi, karena 70 persen pengrajin berusia lanjut, serta ketergantungan pada tengkulak yang menguasai 95 persen pemasaran.

"Melalui program tersebut, kami intervensi dari hulu ke hilir untuk menciptakan ekosistem usaha yang mandiri," terangnya.

Menurutnya, hal ini merupakan kunci untuk menjaga kontinuitas produksi di luar musim panen. Dua orang mahasiswa, Togu Sitorus Pane dan Rama Siska Sitorus Pane, turut serta mendampingi jalannya pelatihan dan menjadi jembatan antara teori akademis dan praktik di lapangan.

"Kehadiran teknologi 4.0 itu diharapkan mampu meraih omzet pengrajin yang sebelumnya hanya mengandalkan penjualan tradisional. Dengan bahan baku yang lebih stabil dan kualitas produk yang terstandarisasi, anyaman Baion dari Desa Pearaja siap menembus pasar digital yang lebih luas, membawa nama budaya Batak Toba ke kancah yang lebih global sekaligus meningkatkan kesejahteraan para perajinnya," pungkas Nopelina. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
125 Lansia Medan Selayang Ikuti Senam Massal HUT RI
Jonius Taripar-Deni Parlindungan Resmi Buka Pendaftaran Kuliah Gratis TAPASADA Academy Bagi Penduduk Taput, Pendaftaran Ditutup 7 Agustus
Ribuan Bikers MAXi Panjatkan Doa atas Tragedi Kecelakaan Maut di Sibolangit
Mahasiswa FE Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Studi Membangun Ekonomi Kerakyatan
Dr RE Nainggolan: Tapasada Academy Program Brilian Tingkatkan SDM dan Ekonomi di Tapanuli Utara
MAXi Yamaha Day 2026 Digelar di Karo, Komunitas Skutik Diajak Touring
komentar
beritaTerbaru