Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 27 Agustus 2026

521 Mahasiswa Baru IAKN Tarutung Ikuti PKKMB, Tekankan Pembentukan Karakter dan Kesiapan Mahasiswa Hadapi Tantangan Era Digital

Bongsu Batara Sitompul - Kamis, 27 Agustus 2026 21:15 WIB
140 view
521 Mahasiswa Baru IAKN Tarutung Ikuti PKKMB, Tekankan Pembentukan Karakter dan Kesiapan Mahasiswa Hadapi Tantangan Era Digital
Foto Dok Humas IAKN Tarutung
KEGIATAN PKKMB : Mahasiswa baru IAKN Tarutung mengikuti kegiatan PKKMB tahun 2026 yang dilaksanakan di Auditorium Kampus IAKN dan Rektor IAKN Tarutung Dr Haposan Silalahi MTh bersama Ketua Panitia PKKMB , Nelson Semol Kalay , MSi, Teol, PhD.

Tapanuli Utara(harianSIB.com)

Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2026 di Auditorium Kampus IAKN Tarutung, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung hingga Jumat (28/8/2026) tersebut mengusung tema "Mahasiswa Unggul, Berintegritas, dan Progresif: Human Capital Menuju Indonesia Emas." Sebanyak 521 mahasiswa baru mengikuti kegiatan tersebut.

Rektor IAKN Tarutung, Dr Haposan Silalahi, MTh, mengatakan PKKMB bukan sekadar kegiatan untuk memperkenalkan fasilitas dan layanan akademik kampus, tetapi yang paling utama adalah membangun karakter mahasiswa sejak awal memasuki dunia perguruan tinggi.

"PKKMB itu adalah masa untuk memperkenalkan layanan akademik serta sarana dan prasarana yang ada di kampus kita. Cuma yang lebih kita utamakan adalah tentang karakter," ujar Haposan dalam siaran pers yang diterima wartawan.

Baca Juga:
Menurutnya, sebagai perguruan tinggi Kristen di bawah Kementerian Agama, IAKN Tarutung memiliki visi dan misi yang berlandaskan nilai-nilai Kekristenan.

Karena itu, pembentukan karakter dan pondasi iman menjadi bagian penting dalam kehidupan mahasiswa selama menempuh pendidikan.

Haposan menjelaskan, PKKMB merupakan bagian integral dari proses akademik yang bertujuan membantu mahasiswa baru memahami sistem, tata kelola serta mekanisme pendidikan tinggi.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi masa transisi dari lingkungan pendidikan sebelumnya menuju kehidupan perguruan tinggi.

"PKKMB ini diharapkan dapat menjadi momen yang penting dalam proses transisi mahasiswa baru ke dunia perguruan tinggi. Kegiatan ini juga merupakan fondasi utama yang akan mendukung ziarah akademik mahasiswa baru di IAKN Tarutung selama beberapa tahun ke depan," jelasnya.

Ia menegaskan, kampus harus menjadi rumah bersama bagi mahasiswa, tempat mereka merasa diterima dan dihargai, sekaligus menjadi ruang untuk belajar, melakukan penelitian dan menghasilkan kegiatan yang memberikan dampak bagi masyarakat.

"Jadi kegiatan ini bukan masa-masa perpeloncoan, tapi adalah masa pengenalan kampus," tegasnya.

Dalam PKKMB 2026, mahasiswa baru mendapatkan sejumlah materi utama, di antaranya nasionalisme dan kebangsaan, literasi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), pengenalan sistem pendidikan tinggi dan tata kelola perguruan tinggi, etika akademik serta penguatan muatan lokal.

Materi tersebut diarahkan agar mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mempunyai karakter etis dan moral, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Haposan mengatakan, tantangan yang akan dihadapi mahasiswa ke depan semakin kompleks, mulai dari persoalan sosial, ekonomi, lingkungan hingga perkembangan digitalisasi.

Karena itu, menurutnya, pondasi iman harus menjadi dasar mahasiswa dalam menghadapi berbagai perubahan tersebut.

"Kalau mereka sudah punya dasar yang kuat tentang iman, saya yakin mereka akan bisa memitigasi atau menolak pengaruh-pengaruh negatif dari itu semua," katanya.

Ia berharap mahasiswa tetap konsisten menjalankan tanggung jawabnya untuk belajar dan menyelesaikan pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada diri sendiri maupun orang tua.

Sementara itu, Ketua Panitia PKKMB, Nelson Semol Kalay, MSi, Teol, PhD, mengatakan mahasiswa baru cukup antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Hal itu terlihat dari tingkat ketertiban dan partisipasi mahasiswa selama PKKMB berlangsung.

"PKKMB ini memberikan pemahaman bagaimana pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa. Ada lima poin utama yang dibahas, yaitu nasionalisme dan kebangsaan, penguatan digitalisasi dan artificial intelligence, pengenalan sistem dan tata kerja perguruan tinggi, penguatan etika akademik dan penguatan muatan lokal," jelasnya.

Menurut Nelson, kelima substansi tersebut diterjemahkan ke dalam delapan paket materi yang diberikan selama pelaksanaan PKKMB.

Ia berharap, setelah mengikuti kegiatan tersebut, mahasiswa baru memiliki pemahaman yang baik mengenai tata kelola serta pelaksanaan pendidikan di perguruan tinggi sehingga lebih siap menjalani proses perkuliahan.

Selain pembekalan bagi mahasiswa baru, IAKN Tarutung juga tengah mempersiapkan transformasi kelembagaan menjadi Universitas Kristen Negeri (UKN). Rektor menyebut perubahan tersebut nantinya membuka peluang pengembangan program studi baru.

Jika transformasi menjadi UKN terealisasi, komposisi program studi yang dikembangkan akan diarahkan 60 persen untuk program studi keagamaan dan 40 persen untuk program studi umum. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bupati Simalungun: Kegiatan PKKMB Diarahkan untuk Perkuat Nasionalisme
Guru Penentu Pembentukan Karakter SDM Bangsa
Forum Gabema Indonesia Diharapkan Bermanfaat Bagi Pembentukan Karakter Generasi Batak
Nobar ToBa Dreams, AMLP Ingin Majukan Luat Pahae Melalui Pembentukan Karakter Kaum Muda
komentar
beritaTerbaru