Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 21 Juni 2026

Peringati Hari Menanam Pohon Indonesia, Penanaman Mangrove di Sumut Capai 8.307 Hektare

Danres Saragih - Selasa, 25 November 2025 21:30 WIB
506 view
Peringati Hari Menanam Pohon Indonesia, Penanaman Mangrove di Sumut Capai 8.307 Hektare
Foto: Dok/wartawan
MENANAM: Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap, didampingi Kadis LHK Sumut Heri W Marpaung SSTP MAP mengikuti penanaman pohon secara serentak se-Indonesia dalam rangka Hari Menanam Pohon Indonesia 2025 di Desa Karang Gading Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten

Medan (harianSIB.com)

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Sulaiman Harahap menyebutkan Provinsi Sumut telah menanam mangrove seluas 8.307 hektare sejak tahun 2018-2024. Itu sejalan dengan salah satu program prioritas pembangunan nasional yaitu menjamin pelestarian lingkungan hidup.

Hal tersebut disampaikan Pj Sekdaprov Sulaiman Harahap pada acara Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia Tahun 2025, sekaligus menanam mangrove di areal Suaka Margasatwa Karang Gading, Desa Karang Gading, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, Selasa (25/11/2025).

"Menanam pohon bukan sekadar menanam benih di tanah. Menanam pohon adalah simbol harapan, komitmen dan tanggung jawab kita terhadap bumi. Pohon adalah benteng kita melawan perubahan iklim, penjaga keseimbangan ekosistem, dan sumber kehidupan bagi manusia serta makhluk lainnya," ujarnya.

Sulaiman mengatakan, momentum itu menjadi pengingat bahwa semua memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan generasi mendatang.

Baca Juga:
Bahkan, katanya, dunia telah bersepakat memerangi perubahan iklim, dan Indonesia pun telah menetapkan target Nationally Determined Contribution (NDC) untuk menurunkan tingkat emisi karbon nasional. Berbagai regulasi juga telah dibuat, salah satunya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 110 tahun 2025 tentang penyelenggaran instrumen nilai ekonomi karbon dan pengendalian emisi gas rumah kaca nasional.

"Kita tidak boleh menutup mata terhadap dampak nyata dari perubahan iklim yang telah kita rasakan, seperti cuaca ekstrem, kenaikan suhu global, serta ancaman terhadap ekosistem dan keanekaragaman hayati. Perubahan iklim bukan hanya tantangan global, tetapi juga menjadi persoalan mendesak yang harus kita atasi bersama di tingkat lokal," katanya.

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ratusan Penganut Bumi Datar Konferensi di Amerika
Ilmuwan Ingin Menggunakan Laser untuk Memandu Alien ke Bumi
Honda Kembangkan Ekonomi Pesisir dengan Penanaman Mangrove
PSP Libatkan Masyarakat Tanam Bibit Mangrove di Deliserdang
Klaim Asuransi Telat Cair, Nasabah Bumiputera Solo dan Purwokerto Lapor OJK
Yon B Satbrimob Poldasu Tanam 10 Ribu Mangrove di Telukmengkudu
komentar
beritaTerbaru
Mahasiswi USU Juara Karate Asia

Mahasiswi USU Juara Karate Asia

Medan(harianSIB.com)Karateka Timnas Indonesia yang juga mahasiswi Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (Fasilkom TI) Universitas S