Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 04 Agustus 2026

PD AIJ Sumut Optimis Setor PAD, Genjot Bisnis dan Optimalkan Aset

Rickson Pardosi - Selasa, 04 Agustus 2026 19:12 WIB
146 view
PD AIJ Sumut Optimis Setor PAD, Genjot Bisnis dan Optimalkan Aset
Foto: Kominfo
Direktur Utama PD AIJ Sumut, Swangro Lumbanbatu bersama jajarannya memberikan keterangan terkait perkembangan PD AIJ pada konferensi pers yang digelar Dinas Kominfo Sumut, di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro 30 Medan, Selasa (4/8/

Medan(harianSIB.com)

Perusahaan Daerah (PD) Aneka Industri dan Jasa (AIJ) Sumatera Utara (Sumut) menargetkan mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2026. Target tersebut akan dicapai melalui penguatan kinerja bisnis dan optimalisasi aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut.

Direktur Utama (Dirut) PD AIJ Sumut Swangro Lumbanbatu menyampaikan, berdasarkan evaluasi yang dilakukan, perusahaan daerah tersebut belum memberikan kontribusi PAD kepada Pemprov Sumut selama kurang lebih 12 tahun.

"Berdasarkan data yang kami cek sebelumnya, kurang lebih 12 tahun PD AIJ belum pernah berkontribusi memberikan PAD. Mudah-mudahan tahun ini dengan dukungan semua pihak PD AIJ bisa menambah PAD Pemprov Sumut untuk masyarakat dan pembangunan Sumatera Utara," ujar Swangro Lumbanbatu dalam konferensi pers yang digelar Dinas Kominfo Sumut, di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro 30 Medan, Selasa (4/8/2026).

Menurut Swangro, terdapat tiga fokus utama yang menjadi strategi perusahaan untuk meningkatkan pendapatan, yakni pengelolaan aset, percetakan, dan periklanan sebagai bisnis inti PD AIJ.

Baca Juga:
Saat ini, PD AIJ mengelola 16 aset milik Pemprov Sumut yang sebelumnya tidak produktif, di antaranya pabrik es batu, pabrik batu bata, eks Bioskop Ria, dan sejumlah aset lainnya. Aset-aset tersebut kini dikerjasamakan dengan pihak kedua dan ketiga agar memberikan nilai ekonomi.

"Saat ini kita lakukan pengelolaan aset kepada pihak kedua dan ketiga, agar dapat menghasilkan PAD dan kini sudah berjalan baik dan aset-aset tersebut tidak terbengkalai lagi," kata Swangro.

Pada sektor percetakan, PD AIJ memperkuat kerja sama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kalangan swasta. Langkah ini dilakukan untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan perusahaan.

"Kami berupaya agar PD AIJ ini bisa dikenal oleh masyarakat luas dan saat ini kami berkomitmen untuk dapat menghasilkan PAD untuk Pemprov sesuai dengan target, sesuai Perda dan pendapatan keuangan kami," ujarnya.

Sementara itu, di sektor periklanan, PD AIJ tengah menyiapkan pengembangan videotron yang dinilai memiliki potensi pendapatan lebih besar dibandingkan reklame dan baliho konvensional.

"Kalau reklame dan baliho itu kan pendapatannya agak lama kita menunggu satu hingga dua minggu, tapi kalau videotron antara 10-15 detik sudah bisa menampilkan beberapa iklan dari konsumen," katanya.

Swangro optimistis target PAD dapat tercapai melalui penguatan pemasaran. Seluruh personel PD AIJ yang berjumlah sekitar 30 orang, termasuk dirinya, dilibatkan untuk memasarkan jasa perusahaan.

"Kita push pemasaran, semua orang di PD AIJ bahkan saya sendiri juga ikut memasarkan, siapa yang punya jaringan kita pasarkan agar perusahaan ini semakin sehat, kita kolaborasi dengan OPD dan swasta. Seperti pembuatan bendera, umbul-umbul yang ada di sekeliling kita sekarang ini juga PD AIJ yang mencetak," ujarnya.

Selain mengejar proyek berskala besar, PD AIJ juga mengambil pekerjaan percetakan dengan nilai kecil. Menurut Swangro, akumulasi pekerjaan tersebut tetap dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD.

"Permintaan percetakan yang nilainya Rp1 juta juga kita ambil dan kita yakin kalau kita kumpulkan sedikit demi sedikit lama-lama akan menjadi besar. Jangan kita berangan-angan besar, sementara angan kecil juga tidak selesai," katanya.

Untuk memperluas pasar, tahun ini PD AIJ juga membagikan kalender, company profile, dan map perusahaan kepada 319 OPD serta perusahaan swasta sebagai bagian dari strategi promosi.

Upaya tersebut mulai membuahkan hasil dengan meningkatnya minat sejumlah OPD dan perusahaan swasta menggunakan jasa percetakan PD AIJ.

"Kalau dari segi harga memang dibandingkan percetakan swasta kita sedikit lebih mahal, karena kita harus membayar pajak. Tapi kalau hasil cetak ini bisa kita jaga. Di Sumut ini hanya ada 4 mesin percetakan yang baik dan satu di antaranya punya PD AIJ," ujarnya. (**)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PAD Sumut Lampaui 50 Persen Target, Bapenda Optimistis Capai Rp6,9 Triliun
SOL Berikan Bantuan Satu Unit Mobil Pelayanan Pajak Keliling ke Pemkab Taput
Kanwil DJP Sumut I Perkuat Sinergi Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak.
Bapenda Dairi Gelar Operasi Gabungan Dorong Masyarakat Bayar Pajak Kendaraan Bermotor
Belanja Online Gerus Kejayaan Pajak Ikan Lama, Pedagang Diminta Beradaptasi
Lima Wajib Pajak Tanjungbalai Terima Hadiah Gebyar Pajak Sumut 2026
komentar
beritaTerbaru