Pelatih PB Permata, Diki Irwan yang mendampingi Rasyid menyambut positif kehadiran Audisi Umum PB Djarum 2026 - Pekanbaru dengan mendaftarkan 20 anak didiknya. Menurutnya, audisi ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi atlet daerah dan mendorong mereka untuk berlatih lebih giat. Sebagai bagian dari klub daerah, ia memiliki harapan besar agar atlet didikannya dapat terus berkembang hingga level dunia melalui pembinaan dan pelatihan maksimal yang ditawarkan PB Djarum.
Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru, Makassar dan Kudus dimulai dengan fase screening menggunakan sistem gugur. Pertandingan berlangsung 1 gim, hingga poin ke-21 tanpa deuce dan setiap peserta yang menang melaju ke tahap turnamen. Khusus di Pekanbaru dan Makassar, Super Tiket akan diberikan kepada masing-masing juara di tiap kelompok usia baik putra maupun putri. Di Kudus, atlet-atlet putra berhak menerima Super Tiket jika sanggup lolos hingga semifinal, sedangkan di kelompok putri, Super Tiket diberikan kepada para finalis.
Tahap karantina akan berlangsung selama empat minggu setelah rangkaian Audisi Umum PB Djarum 2026 di tiga kota rampung, yakni pada 14 September hingga 9 Oktober 2026, dengan dua fase eliminasi pada 28 September dan 10 Oktober 2026. Pengumuman hasil akhir Audisi Umum PB Djarum 2026 akan dilakukan pada 10 Oktober 2026. Peserta yang lolos tahap ini akan mendapatkan Djarum Beasiswa Bulutangkis dan bergabung bersama PB Djarum.
Perhelatan Audisi Umum PB Djarum 2026 - Pekanbaru juga dihadiri deretan legenda bulutangkis Indonesia yang juga berperan sebagai tim pencari bakat. Setidaknya ada 11 legenda memantau langsung aksi-aksi atlet di GOR Angkasa. Mereka adalah Ari Yuli Wahyu Hartanto, Sigit Budiarto, Yuni Kartika, Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, Lius Pongoh, Maria Kristin Yulianti, Richard Mainaky, Hendrawan, Andreas Adityawarman, dan Leonard Holvy De Pauw.
*Meet And Greet Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir
Diadakan juga meet and greet dengan dua legenda besar Indonesia yakni Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir. Para peserta audisi sangat antusias, mereka mendapat kesempatan berinteraksi, berfoto, dan mendapatkan tanda tangan dari pasangan ganda campuran peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 itu.
Editor
: Robert Banjarnahor