Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 Juli 2026

Audisi PB Djarum untuk Cari Pebulutangkis Dunia Dimulai

Oki Lenore - Jumat, 10 Juli 2026 15:50 WIB
134 view
Audisi PB Djarum untuk Cari Pebulutangkis Dunia Dimulai
Foto Dok PB Djarum
Tanda Tangan: Meet And Greet: Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir membubuhkan tanda tangan saat meet and greet di tengah Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kota Pekanbaru, Riau.

Pekanbaru(harianSIB.com)

Tiga ratus enam peserta yang terdiri dari 208 putra dan 98 putri ambil bagian dalam Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kota Pekanbaru, Riau. Peserta terdiri dari tiga kelompok usia yakni U-11, KU-11 dan KU-12 baik putra dan putri yang akan bersaing memperebutkan Super Tiket dan bergabung dengan PB Djarum. Seleksi dipusatkan di GOR Angkasa, Rabu - Minggu, (7 -12/7). Etlet yang menang digembleng untuk menjadi pebulutangkis dunia.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation yang juga Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin menyampaikan, audisi umum di Pekanbaru merupakan awal penting dalam memaksimalkan pencarian talenta muda dari berbagai wilayah di Indonesia. Ia menyebut bahwa potensi pemain bulu tangkis tidak hanya terbatas di Pulau Jawa, sehingga perlu memberikan kesempatan lebih luas bagi klub-klub dan talenta di daerah lain seperti Pekanbaru dan Makassar. Di luar Jawa, Pekanbaru daerah pertama.

Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Sigit Budiarto, mengatakan mekanisme seleksi tetap mengacu pada format yang telah diterapkan sebelumnya. Peserta akan melalui tahapan screening sesuai kelompok usia sebelum bersaing di fase turnamen.

Juara dari setiap kelompok umur berhak melaju langsung ke tahap karantina di Kudus. Selain itu, tim pencari bakat juga masih memiliki kewenangan memberikan "Super Tiket" kepada peserta yang dinilai memiliki potensi besar meski belum berhasil menjadi juara.

Baca Juga:
"Di Pekanbaru juara dari setiap kelompok usia dipastikan langsung masuk tahap karantina setelah rangkaian Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar dan Kudus selesai digelar. Namun, tim pencari bakat juga bisa memberikan Super Tiket kepada peserta pilihan yang gagal di fase turnamen tetapi memiliki bakat besar, daya juang tinggi, hingga teknis permainan luar biasa," tutur Sigit.

Muhammad Rasyid Alfaridzie adalah salah satu peserta dari kategori KU-11 Putra yang berjuang merebut Super Tiket pada Audisi Umum PB Djarum 2026 - Pekanbaru. Atlet yang saat ini berada di bawah naungan PB Permata, Perawang, Siak, Riau ini berhasil meraih kemenangan dalam penampilan perdananya dan melanjutkan asa ke tahap turnamen. Rasyid bertekad kembali tampil dengan kualitas permainan yang lebih mumpuni agar dapat menjadi juara di Kota Madani dan memaksimalkan peluang lolos ke fase karantina di Kudus.

Pelatih PB Permata, Diki Irwan yang mendampingi Rasyid menyambut positif kehadiran Audisi Umum PB Djarum 2026 - Pekanbaru dengan mendaftarkan 20 anak didiknya. Menurutnya, audisi ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi atlet daerah dan mendorong mereka untuk berlatih lebih giat. Sebagai bagian dari klub daerah, ia memiliki harapan besar agar atlet didikannya dapat terus berkembang hingga level dunia melalui pembinaan dan pelatihan maksimal yang ditawarkan PB Djarum.

Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru, Makassar dan Kudus dimulai dengan fase screening menggunakan sistem gugur. Pertandingan berlangsung 1 gim, hingga poin ke-21 tanpa deuce dan setiap peserta yang menang melaju ke tahap turnamen. Khusus di Pekanbaru dan Makassar, Super Tiket akan diberikan kepada masing-masing juara di tiap kelompok usia baik putra maupun putri. Di Kudus, atlet-atlet putra berhak menerima Super Tiket jika sanggup lolos hingga semifinal, sedangkan di kelompok putri, Super Tiket diberikan kepada para finalis.

Tahap karantina akan berlangsung selama empat minggu setelah rangkaian Audisi Umum PB Djarum 2026 di tiga kota rampung, yakni pada 14 September hingga 9 Oktober 2026, dengan dua fase eliminasi pada 28 September dan 10 Oktober 2026. Pengumuman hasil akhir Audisi Umum PB Djarum 2026 akan dilakukan pada 10 Oktober 2026. Peserta yang lolos tahap ini akan mendapatkan Djarum Beasiswa Bulutangkis dan bergabung bersama PB Djarum.

Perhelatan Audisi Umum PB Djarum 2026 - Pekanbaru juga dihadiri deretan legenda bulutangkis Indonesia yang juga berperan sebagai tim pencari bakat. Setidaknya ada 11 legenda memantau langsung aksi-aksi atlet di GOR Angkasa. Mereka adalah Ari Yuli Wahyu Hartanto, Sigit Budiarto, Yuni Kartika, Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, Lius Pongoh, Maria Kristin Yulianti, Richard Mainaky, Hendrawan, Andreas Adityawarman, dan Leonard Holvy De Pauw.

*Meet And Greet Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir

Diadakan juga meet and greet dengan dua legenda besar Indonesia yakni Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir. Para peserta audisi sangat antusias, mereka mendapat kesempatan berinteraksi, berfoto, dan mendapatkan tanda tangan dari pasangan ganda campuran peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 itu.

Owi - Butet, sapaan akrab keduanya juga pernah meraih medali emas di Kejuaraan Dunia 2013 Guangzhou dan 2017 Glasgow. Selain itu, mereka pun telah mengharumkan nama bangsa dengan memenangi medali emas di Kejuaraan Asia 2015 Wuhan dan SEA Games Jakarta-Palembang pada 2011.

Setelah meet and greet, Tontowi Ahmad menyampaikan harapannya agar Audisi Umum PB Djarum - Pekanbaru dapat menjadi ajang untuk menemukan atlet-atlet muda berbakat. Ia menilai kegiatan seperti ini penting untuk memacu semangat anak-anak di Pekanbaru agar terus berlatih dan mengembangkan kemampuan mereka sejak dini. Menurutnya, dari proses pembinaan yang konsisten, akan lahir bibit-bibit atlet yang kelak mampu mengharumkan nama daerah bahkan menjadi juara dunia.

Selain menyoroti pentingnya pencarian bakat, Tontowi juga memberikan pesan motivasi kepada para calon atlet yang mengikuti audisi. Ia menekankan bahwa semangat bertanding, daya juang, dan kemauan untuk menang merupakan hal utama yang harus dimiliki seorang atlet. Bagi Tontowi, hasil akhir bukan satu-satunya tolok ukur, yang lebih penting adalah terus berusaha dan menunjukkan kemampuan terbaik di lapangan.

Senada dengan Owi, Liliyana Natsir melihat antusiasme masyarakat Pekanbaru dalam kegiatan meet and greet sebagai tanda bahwa bulutangkis masih memiliki tempat istimewa di hati publik. Sambutan meriah itu menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap dunia bulu tangkis dan kehadiran para atlet nasional. Bagi Liliyana, semangat tersebut menjadi modal positif untuk mendorong lahirnya generasi penerus yang mampu melanjutkan prestasi Indonesia di masa depan.

"Tadi ada kegiatan meet and greet, dan saya lihat antusiasnya luar biasa. Saya berharap Pekanbaru dan kota-kota lain yang ada di Sumatera, menemukan bibit-bibit unggul lewat Audisi PB Djarum 2026. Semoga ada calon-calon penerus yang bakal masuk ke PB Djarum, mewakili Indonesia di kancah internasional," tutupnya.(*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Cedera Lutut Hantui Liliyana Natsir di All England
Owi/Butet Singkirkan Lu/Huang di Korea Terbuka
komentar
beritaTerbaru