Owi - Butet, sapaan akrab keduanya juga pernah meraih medali emas di Kejuaraan Dunia 2013 Guangzhou dan 2017 Glasgow. Selain itu, mereka pun telah mengharumkan nama bangsa dengan memenangi medali emas di Kejuaraan Asia 2015 Wuhan dan SEA Games Jakarta-Palembang pada 2011.
Setelah meet and greet, Tontowi Ahmad menyampaikan harapannya agar Audisi Umum PB Djarum - Pekanbaru dapat menjadi ajang untuk menemukan atlet-atlet muda berbakat. Ia menilai kegiatan seperti ini penting untuk memacu semangat anak-anak di Pekanbaru agar terus berlatih dan mengembangkan kemampuan mereka sejak dini. Menurutnya, dari proses pembinaan yang konsisten, akan lahir bibit-bibit atlet yang kelak mampu mengharumkan nama daerah bahkan menjadi juara dunia.
Selain menyoroti pentingnya pencarian bakat, Tontowi juga memberikan pesan motivasi kepada para calon atlet yang mengikuti audisi. Ia menekankan bahwa semangat bertanding, daya juang, dan kemauan untuk menang merupakan hal utama yang harus dimiliki seorang atlet. Bagi Tontowi, hasil akhir bukan satu-satunya tolok ukur, yang lebih penting adalah terus berusaha dan menunjukkan kemampuan terbaik di lapangan.
Senada dengan Owi, Liliyana Natsir melihat antusiasme masyarakat Pekanbaru dalam kegiatan meet and greet sebagai tanda bahwa bulutangkis masih memiliki tempat istimewa di hati publik. Sambutan meriah itu menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap dunia bulu tangkis dan kehadiran para atlet nasional. Bagi Liliyana, semangat tersebut menjadi modal positif untuk mendorong lahirnya generasi penerus yang mampu melanjutkan prestasi Indonesia di masa depan.
"Tadi ada kegiatan meet and greet, dan saya lihat antusiasnya luar biasa. Saya berharap Pekanbaru dan kota-kota lain yang ada di Sumatera, menemukan bibit-bibit unggul lewat Audisi PB Djarum 2026. Semoga ada calon-calon penerus yang bakal masuk ke PB Djarum, mewakili Indonesia di kancah internasional," tutupnya.(*)
Editor
: Robert Banjarnahor