Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 30 April 2026

Bertahan Tanpa Menjadi Keras, Krisis Kepercayaan dan Ketahanan Mental di Indonesia Awal 2026

Oleh: Aron Ginting Manik, S.Si Teol C,CM
Redaksi - Senin, 19 Januari 2026 10:22 WIB
2.916 view
Bertahan Tanpa Menjadi Keras, Krisis Kepercayaan dan Ketahanan Mental di Indonesia Awal 2026
Ist/SNN

(harianSIB.com)

Awal 2026 membuka babak baru yang ambivalen dalam kehidupan sosial Indonesia. Di satu sisi, data Bank Indonesia menunjukkan bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) ramai-ramai berada pada level optimis di pertengahan dan akhir 2025—termasuk angka 121,2 pada Oktober dan 124,0 pada November 2025—menunjukkan bahwa persepsi sebagian konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat meski bergejolak.

Namun di sisi lain, hasil Global Consumer Confidence Index yang dirilis Ipsos pada September 2025 memetakan gambaran yang lebih kompleks: kepercayaan konsumen Indonesia turun tajam, menurun sekitar 9,2 poin dibanding tahun sebelumnya—meski tetap berada di atas rata-rata global.

Dalam situasi kontras ini—antara optimisme statistik dan kehati-hatian batin—terlihat bagaimana masyarakat Indonesia berusaha bertahan di tengah ketidakpastian sekaligus menghadapi trust issue yang tumbuh di berbagai lini kehidupan.

Pasar, Biaya Hidup, dan Kepercayaan yang Rapuh

Baca Juga:
Tekanan ekonomi bukan sekadar angka. Survey Voice of the Consumer 2025 oleh PwC menunjukkan bahwa 50% konsumen Indonesia semakin khawatir terhadap ketidakstabilan ekonomi dan meningkatnya biaya hidup, lebih tinggi dibanding rata-rata global (44%) dan kawasan Asia Pasifik (42%). Kekhawatiran ini memengaruhi perilaku belanja, mendorong konsumen membeli lebih sedikit atau memilih alternatif yang lebih murah.

Bagi kelas menengah dan pekerja muda, angka-angka ini bukan sekadar statistik. Inflasi, biaya pendidikan, dan tekanan pekerjaan kontrak atau freelance kerap membuat masa depan terasa seperti opsi berisiko tinggi. Kelas menengah yang dulu merasa beranjak mapan kini berkutat pada keputusan harian: menabung atau membayar kebutuhan pokok? Menabung atau membayar kredit?

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Gaet Milenial, Bank Indonesia Memperbarui Tata Pamer Museum
KPw Bank Indonesia Serahkan Bantuan PSBI Kepada SMAN 5 Pematangsiantar
Bank Indonesia P Siantar Kampanye GNNT dan GPN di Tiga Kabupaten/Kota
Bank Indonesia Sosialisasi Elektronifikasi Pemerintah Daerah di P Siantar
Bank Indonesia Segera Perkenalkan Dua Acuan Pasar Uang Baru
Bank Indonesia Siap Intervensi Nilai Tukar
komentar
beritaTerbaru