Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 12 September 2026

MBG: Program Besar Tersandung di Meja Makan

Oleh: Joan Berlin Damanik SSi MM
Redaksi - Sabtu, 12 September 2026 13:52 WIB
320 view
MBG: Program Besar Tersandung di Meja Makan
(harianSIB.com/Dok Pribadi)
Joan Berlin Damanik SSi MM

(harianSIB.com)

Ada ironi dalam perjalanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program yang dirancang untuk memperbaiki gizi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas justru menghadapi persoalan pada fondasi paling dasar: makanan harus aman sebelum disebut bergizi, tetapi didapati makanan beracun.

Sepanjang Agustus 2026, Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat 3.079 korban dugaan keracunan MBG. Tanah Karo mencatat 361 korban. Memasuki September, kasus kembali muncul di sejumlah daerah, antara lain Rembang 777 korban, Sidoarjo 730, Jombang 256, Agam 276, Tana Toraja 152, dan Bener Meriah 16 korban. Di balik angka tersebut terdapat dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi titik terakhir sebelum makanan diterima masyarakat.

Lebih luas lagi, data surveilans Kementerian Kesehatan yang disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR hingga 2 September 2026 mencatat 560 kejadian keracunan yang berkaitan dengan MBG, dengan 50.059 orang terdampak di 36 provinsi dan 245 kabupaten/kota. Skala tersebut sulit lagi dianggap sebagai persoalan sporadis. Ini sudah menjadi persoalan tata kelola kebijakan publik.

Ironinya, pada awal September pemerintah justru harus menutup sementara 1.999 SPPG yang belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Dari sekitar 27.022 dapur hasil penyisiran BGN, ribuan di antaranya belum memenuhi proses dasar tersebut. Pertanyaannya sederhana: bagaimana program pangan berskala nasional dapat berkembang begitu cepat ketika sebagian unit pelaksananya belum memenuhi standar dasar sanitasi?

Baca Juga:
Program Besar Membutuhkan Sistem Besar

MBG bukan kebijakan kecil. Pada 2026, pemerintah menargetkan program ini menjangkau 82,9 juta penerima manfaat, dengan anggaran sekitar Rp248 triliun dari pagu BGN sekitar Rp268 triliun.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dua Siswi Korban Dugaan Keracunan MBG di Karo Dirujuk ke Jakarta
Gibran ke Korban Keracunan MBG: Butuh Rujukan ke Jakarta Kami Penuhi
Murid di 1.653 Sekolah Tak Lagi Dapat MBG
Siswi Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, BGN Diminta Beri Kompensasi Penuh
Dinkes Sumut Imbau Penerima MBG Teliti Sebelum Konsumsi Makanan
Wapres Gibran Kunjungi Korban Keracunan MBG di Karo
komentar
beritaTerbaru