Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 13 September 2026

MBG: Program Besar Tersandung di Meja Makan

Oleh: Joan Berlin Damanik SSi MM
Redaksi - Sabtu, 12 September 2026 13:52 WIB
1.275 view
MBG: Program Besar Tersandung di Meja Makan
(harianSIB.com/Dok Pribadi)
Joan Berlin Damanik SSi MM

Angka 50.059 harus dibaca secara proporsional. Data tersebut tidak berarti seluruh orang itu telah terbukti secara hukum mengalami keracunan karena satu penyebab yang sama. Namun, angka itu menunjukkan besarnya kejadian yang dalam surveilans kesehatan dikaitkan dengan MBG. Sebanyak 560 kejadian tersebar di 36 provinsi dan 245 kabupaten/kota. Ketika persoalan muncul berulang dan meluas, evaluasi tidak cukup diarahkan kepada satu dapur atau satu petugas.

Pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah sistem nasional pengadaan, pengolahan, pengawasan, dan distribusi makanan telah dirancang sesuai dengan skala MBG? Data sebelumnya memperkuat kebutuhan evaluasi. Hingga 29 November 2025, Kemenkes mencatat 240 kejadian dengan 21.262 orang terdampak di 32 provinsi dan 142 kabupaten/kota. Pada April 2026, dari 26.489 SPPG operasional, baru 13.956 yang dilaporkan memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. (SLHS) atau sekitar 52,69 persen.

Artinya, sertifikasi tidak seharusnya menjadi pekerjaan administratif setelah dapur berjalan. SLHS harus menjadi pintu masuk sebelum pelayanan dimulai.

MBG Harus Diselamatkan, Bukan Dibiarkan

MBG tidak harus dihentikan. Justru program ini perlu diselamatkan dengan memperbaiki cara kerjanya.

Pertama, Pemerintah perlu memastikan SLHS menjadi prasyarat operasional, bukan sekadar target. SPPG yang belum memenuhi standar keamanan tidak seharusnya memproduksi makanan untuk masyarakat.

Kedua, diperlukan dashboard nasional keamanan pangan MBG yang terbuka bagi publik. Informasi mengenai jumlah SPPG, status SLHS, hasil inspeksi, kejadian keracunan, lokasi, investigasi, dan tindak lanjut perlu dapat dipantau.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dua Siswi Korban Dugaan Keracunan MBG di Karo Dirujuk ke Jakarta
Gibran ke Korban Keracunan MBG: Butuh Rujukan ke Jakarta Kami Penuhi
Murid di 1.653 Sekolah Tak Lagi Dapat MBG
Siswi Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, BGN Diminta Beri Kompensasi Penuh
Dinkes Sumut Imbau Penerima MBG Teliti Sebelum Konsumsi Makanan
Wapres Gibran Kunjungi Korban Keracunan MBG di Karo
komentar
beritaTerbaru