Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 13 September 2026

MBG: Program Besar Tersandung di Meja Makan

Oleh: Joan Berlin Damanik SSi MM
Redaksi - Sabtu, 12 September 2026 13:52 WIB
1.322 view
MBG: Program Besar Tersandung di Meja Makan
(harianSIB.com/Dok Pribadi)
Joan Berlin Damanik SSi MM

Tujuannya patut diapresiasi.

Negara berusaha menghadirkan intervensi langsung terhadap persoalan gizi, terutama bagi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Kebijakan semacam ini relevan karena persoalan kemiskinan dan akses terhadap pangan bergizi masih menjadi tantangan.

BPS mencatat pada September 2025 terdapat 23,36 juta penduduk miskin atau 8,25 persen penduduk Indonesia.

Karena itu, menyediakan makanan bergizi bagi kelompok rentan bukanlah gagasan yang keliru.

Persoalannya bukan pada tujuan MBG, melainkan pada ketidakseimbangan antara ekspansi program dan kesiapan sistem. Pertumbuhan jumlah dapur harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas pengawasan, tenaga pengelola, infrastruktur, distribusi, keamanan pangan, dan mekanisme pertanggungjawaban.

Program sebesar ini tidak cukup dibangun dengan memperbanyak dapur. Ia membutuhkan tata kelola yang mampu menjamin setiap makanan aman sejak bahan baku hingga dikonsumsi penerima.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dua Siswi Korban Dugaan Keracunan MBG di Karo Dirujuk ke Jakarta
Gibran ke Korban Keracunan MBG: Butuh Rujukan ke Jakarta Kami Penuhi
Murid di 1.653 Sekolah Tak Lagi Dapat MBG
Siswi Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, BGN Diminta Beri Kompensasi Penuh
Dinkes Sumut Imbau Penerima MBG Teliti Sebelum Konsumsi Makanan
Wapres Gibran Kunjungi Korban Keracunan MBG di Karo
komentar
beritaTerbaru