Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 16 Agustus 2026

PSI: PKS akan Bikin Pemerintahan Islam, Kami akan Batalkan!

- Jumat, 29 Maret 2019 16:33 WIB
2.107 view
PSI: PKS akan Bikin Pemerintahan Islam, Kami akan Batalkan!
Jubir PSI Mikhael Gorbachev
Jakarta (SIB) -PSI melanjutkan safari toleransi dalam masa kampanye. Di Poso, Sulawesi Tengah, PSI bicara soal lawan ideologisnya di Pemilu 2019.

"PKS adalah sebuah partai politik yang mengimpor ideologi Ikhwanul Muslimin dari Mesir. Banyak studi tentang gerakan ini. Pada intinya, mereka berpartisipasi dalam proses demokrasi melainkan bukan karena percaya pada sistem demokrasi, tapi hanya menggunakan demokrasi sebagai alat untuk meraih kekuasaan," kata Sekjen PSI Raja Juli Antoni dalam pernyataan tertulisnya kepada wartawan, Kamis (28/3). Jubir PSI Mikhael Gorbachev ikut serta.

"Setelah kekuasaan diraih, maka Ikhwanul Muslimin akan membentuk pemerintahan Islam dalam kerangka interpretasi mereka sendiri," imbuhnya.

Dengan kata lain, Toni melanjutkan, rakyat Indonesia harus hati-hati dengan pembonceng gelap demokrasi yang memakai demokrasi untuk mengubur demokrasi. PSI bertekad melawan PKS jika lolos ke parlemen.

"PSI yakin akan bisa membatalkan niat buruk PKS bila nanti PSI ada di Senayan, DPRD provinsi, kabupaten dan kota. Usai pemilu PSI akan mulai memperkuat basis kaderisasi di kampus-kampus negeri untuk berkompetisi melawan ideologi Ikhwan di kalangan mahasiswa," ujarnya.

Cari Perhatian
PSI menyebut PKS mengimpor ideologi Ikhwanul Muslimin dari Mesir dan akan membuat pemerintahan Islam. PKS menilai PSI hanya mencari perhatian.

"Ini PSI semua partai lama dilabrak. Golkar, PDIP, dan lain-lain dilabrak. Menurut saya cuma mau cari perhatian publik aja," kata Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini.

Menurut Jazuli, PSI tidak memiliki konten yang original untuk dipasarkan kepada publik. Jazuli lalu menyebut PSI sebagai 'anak ingusan'.

"Karena nggak punya konten original yang dipasarkan ke publik, maka kerjanya cuma nuduh-nuduh partai lama. Anak-anak masih ingusan, nggak level ngelayaninnya," ujar Jazuli. (detikcom/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru