Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 16 Agustus 2026

Bentrokan Pecah di Hari Damai Aceh Dipicu Pengibaran Bendera Bulan Bintang, Massa Lempari Polisi dengan Batu

Redaksi - Minggu, 16 Agustus 2026 16:11 WIB
154 view
Bentrokan Pecah di Hari Damai Aceh Dipicu Pengibaran Bendera Bulan Bintang, Massa Lempari Polisi dengan Batu
Foto: Dok/Liputan6.com
Kericuhaan di Hari Damai Aceh, polisi dan massa terlibat bentrok.

Aceh(harianSIB.com)

Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di Banda Aceh diwarnai kericuhan setelah massa mengibarkan bendera bulan bintang di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Sabtu (15/8/2026).

Kericuhan terjadi di sekitar Taman Kota, tepat di depan Masjid Raya Baiturrahman.

Massa yang sebelumnya mengikuti zikir dan doa bersama terlibat aksi saling berhadapan dengan polisi yang melakukan pengamanan.

Insiden bermula ketika seorang pemuda memanjat tiang bendera di halaman masjid. Ia kemudian menurunkan bendera Merah Putih dan menggantinya dengan bendera bulan bintang. Setelah bendera tersebut berkibar, sejumlah massa terdengar meneriakkan yel-yel.

Baca Juga:
Tak lama berselang, terdengar beberapa kali letusan senjata api. Massa kemudian bergerak menuju sumber suara dan melempari polisi dengan batu. Sejumlah polisi yang mengenakan perlengkapan antihuru-hara dan membawa tameng bertahan di ruas jalan depan masjid.

Pelemparan juga mengenai sejumlah kendaraan yang terparkir di sekitar lokasi. Polisi melalui mobil pengeras suara berulang kali meminta massa menghentikan aksi dan membubarkan diri. Namun, imbauan tersebut tidak digubris.

Polisi kemudian menyemprotkan air ke arah massa. Karena pelemparan terus berlangsung, aparat akhirnya menembakkan gas air mata hingga massa berpencar dan situasi berangsur mereda.

Kericuhan juga sempat terjadi di dalam kompleks Masjid Raya Baiturrahman. Sebelum bentrokan, sekelompok orang terlihat mengibarkan bendera bulan bintang dalam berbagai ukuran di gapura masjid.

Ketegangan meningkat ketika sejumlah polisi, termasuk personel yang terlihat mengenakan tanda pangkat bintang satu, memasuki halaman masjid. Massa kemudian melempari polisi menggunakan gelas dan botol air mineral hingga aparat berlarian keluar dari halaman.

Salah seorang peserta zikir dan doa, M Jamil, mengaku datang dari Kabupaten Pidie Jaya. Ia mengatakan kehadirannya merupakan bagian dari ajakan ulama untuk mendoakan perdamaian serta kesejahteraan masyarakat Aceh.

"Kami mengikuti ajakan ulama untuk berdoa dan zikir bersama mendoakan perdamaian Aceh serta masyarakatnya adil dan makmur. Pengibaran bendera bulan bintang bentuk syukur kami," kata M Jamil seperti dilansir Antara, Sabtu (15/8/2026).

Sementara itu, Mabes TNI menyayangkan kericuhan yang terjadi dalam peringatan Hari Damai Aceh tersebut.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengimbau seluruh pihak menghormati simbol negara dan menjaga ketertiban agar suasana damai di Aceh tetap terpelihara.

"Sangat kita sayangkan kejadian ini. TNI mengimbau mari kita hormati simbol negara dan kepada seluruh pihak agar sama-sama menjaga ketertiban serta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik dan mengganggu suasana damai," kata Nas.

Nas menambahkan, TNI terus berkoordinasi dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas serta kondusivitas wilayah Aceh.

" TNI senantiasa berkoordinasi dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah dalam rangka menjaga stabilitas serta kondusivitas wilayah," ujarnya. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dua Sopir Pembawa Sabu dan Ekstasi Asal Aceh Dihukum Mati
Dua Anggota Polisi Jadi Saksi Kasus Penangkapan Terhadap Terdakwa
Tuntut Upah Pengamanan KTT APEC, Polisi-Tentara Geruduk Parlemen Papua Nugini
Perusak Pos Lantas Lamongan Serang Polisi Pakai Katapel Kelereng
Hina Keturunan Siraja Borbor Lewat Siaran Langsung Facebook, Christian Sianturi Diamankan Polisi
Hari ini, Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi
komentar
beritaTerbaru