Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 16 Mei 2026
Jangan Ragu

Prabowo: Tindak Tegas Judol hingga Korupsi

* PPATK: Ada Warga Pakai 70 Persen Gaji Main Judi
Redaksi - Kamis, 07 November 2024 10:38 WIB
161 view
Prabowo: Tindak Tegas Judol hingga Korupsi
Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
PIMPIN SIDANG: Presiden Prabowo Subianto saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (6/11).
Jakarta (SIB)
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto menekankan empat isu penting dalam sidang kabinet paripurna. Prabowo meminta jajarannya menindak tegas judi online (judol) hingga narkoba dan korupsi.


"Presiden juga menekankan, ada empat persoalan penting yang kita tidak boleh main-main untuk mengatasinya. Yang pertama adalah persoalan judi online, yang kedua adalah persoalan narkoba, yang ketiga persoalan penyelundupan, dan yang keempat soal korupsi," kata Hasan saat jumpa pers di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, seperti dilansir Harian SIB, Rabu (6/11).


Hasan mengatakan, Prabowo meminta aparat penegak hukum tidak ragu memberantas masalah-masalah tersebut.


"Presiden meminta untuk keempat persoalan tadi, penegak hukum tidak boleh ragu untuk menegakkan hukum. Jadi, Jaksa Agung, kepolisian, yang diminta oleh Bapak Presiden, jangan ragu untuk menindak tegas soal empat hal tadi," ujar Hasan.


Bersinergi
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menekankan pesan Prabowo agar semua pihak bersinergi untuk memberantas judi online. Ia menegaskan pemberantasan judi online membutuhkan kerja sama antarlembaga.


"Pesan beliau kali ini adalah bekerja sama dengan baik. Tadi disebutkan beberapa institusi atau lembaga, Polri, Jaksa Agung, kemudian juga Kemenko Polkam, dan bahkan tidak tertutup tiga itu, tapi semuanya bekerja sama, tidak boleh ada beking-bekingan. Ini bahasa beliau, tidak boleh ada yang membekingi, yang membantu atau apa pun itu," ujarnya.


"Jadi saya rasa kali ini pernyataan beliau kembali tegas terkait perang terhadap judi online. Beliau mengingatkan bahwa korbannya adalah masyarakat yang tidak mampu sebagian besar. Jadi tidak boleh lagi ada kongkalikong. Ini juga mengutip persis ucapan beliau 'Bekerja sama, bersatu, untuk melawan judi online'," lanjut Meutya.


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru