Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 14 Mei 2026

Terungkap, 2 Juta Hektare Sawah Irigasinya Mandek

* Pangan RI Ketinggalan, 29 Tahun Urus Demokrasi - Infrastruktur
Redaksi - Kamis, 16 Januari 2025 09:52 WIB
59 view
Terungkap, 2 Juta Hektare Sawah Irigasinya Mandek
Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Jakarta (SIB)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, menemukan 2 juta hektare (ha) sawah dengan irigasi yang kurang memadai. Akibatnya, persawahan itu hanya mampu mengalami satu kali musim panen.

Hal itu ia ungkap setelah melakukan rapat bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Pertanian (Kementan), dan pemerintah daerah di beberapa wilayah.

"Kita cepat dapat data, 2 juta sawah. Kalau 2 juta itu diperbaiki irigasinya, maka kita akan nambah satu kali panen. Satu kali panen, kalau 5 ton 1 hektare, kali 2 juta, 10 juta," kata Zulhas di Menara Global, Jakarta Selatan, seperti dilansir Harian SIB, Rabu (15/1).

Bahkan, Zulhas mengatakan, perbaikan irigasi pada lahan sawah dapat menutup kebutuhan dalam negeri. Dengan begitu, risiko dari keputusan penghentian impor dapat dihindari.

"Enggak usahlah 10 juta, separuh saja. 5 juta saja gabahnya, berarti dua setengah juta berasnya. Produksinya 32 juta, tambah 2 setengah, 34 setengah, sudah enggak usah impor lagi," jelasnya.

Zulhas mengatakan, Indonesia dapat mencapai swasembada pangan dalam kurun waktu lima hingga tujuh tahun. Meski begitu, langkah ini perlu dikerjakan dengan serius.

Diketahui, pemerintah juga memfokuskan cetak sawah di Merauke seluas 1 juta ha. Melalui cetak program cetak sawah, Zulhas meyakini Indonesia dapat mencapai swasembada pangan di rentang waktu lima hingga tujuh tahun mendatang.

Namun begitu, ia meyakini produksi tahun ini cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. "Itu kalau kita serius. Kalau mundur maju-mundur maju, ya enggak lebih lagi. Jadi kalau kita sungguh-sungguh, lima sampai tujuh tahun (swasembada). Tapi cukup makan kita, tidak usah impor lagi, tahun ini mudah-mudahan sudah bisa," tutupnya.


Ketinggalan
Zulhas mengatakan, sektor pangan Indonesia tertinggal selama 29 tahun dibanding negara lain. Ia mengatakan, 29 tahun Indonesia fokus pada persoalan demokrasi dan infrastruktur.

"Kita sudah agak lama ketinggalan soal pangan, dibanding negara tetangga sekalipun seperti Thailand, Vietnam, apalagi Tiongkok. Memang 29 tahun ini kita fokus kepada dua sebetulnya, satu masalah demokrasi yang berubah-ubah kadang-kadang dan sangat mahal ini. Yang kedua fokus itu adalah infrastruktur," kata Zulhas.


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru