Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 14 Mei 2026

Peringatan Luhut ke Pejabat Tak Pro Produk RI: Kita Hajar Ramai-ramai

Redaksi - Kamis, 16 Januari 2025 09:56 WIB
70 view
Peringatan Luhut ke Pejabat Tak Pro Produk RI: Kita Hajar Ramai-ramai
Foto: Ilyas Fadilah
Luhut Binsar Pandjaitan
Jakarta (SIB)
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan para pejabat untuk pro terhadap produk dalam negeri. Hal ini disampaikan Luhut dalam Munas Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI) di Jakarta.

"Pokoknya kita wajib hukumnya sebanyak mungkin menggunakan dalam negeri. Jadi Pak Ketua, pokoknya Anda nggak usah ragu-ragu. Jadi kalau ada pejabat-pejabat itu tidak pro dalam negeri, nanti kita ramai-ramai hajar aja," tegas Luhut dalam acara tersebut di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, seperti dilansir Harian SIB, Selasa (15/1).

Luhut sempat bercerita bagaimana sulitnya kondisi Indonesia saat pandemi Covid-19. Kala itu industri kesehatan Indonesia belum mandiri sehingga harus mengandalkan impor untuk memasok obat-obatan dan alat kesehatan.

Bahkan untuk memenuhi paracetamol saja tergolong sulit dan harus mengimpor dari India. Hal itu sangat memukul pemerintahan Indonesia, terlebih ketika India menerapkan kebijakan lockdown.

"Kita merasakan betapa begitu kita tidak mandiri dalam alat kesehatan, obat, kita betul-betul sangat tertekan. Dan saya ingat betul waktu itu paracetamol kita tidak punya. Dan kemudian kita harus impor dari India. India lockdown, kita betul-betul menangis. Karena paracetamol saja tidak ada di Indonesia," ujarnya.

Sejak saat itu ia mendorong agar Indonesia bisa memenuhi 60-70% kebutuhan alat kesehatannya dari dalam negeri. Ia juga mengingatkan untuk menekan angka impor terhadap produk kesehatan yang bahan bakunya bisa diproduksi dalam negeri.

Luhut mempersilakan ASPAKI melapor kepadanya jika menghadapi masalah terkait industri mereka. Meskipun ia juga mengingatkan agar produksi dalam negeri tetap harus efisien dan mengikuti standar internasional.


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru