Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 14 Mei 2026

Siswa SMKN 10 Medan Gagal Ikut SNBP 2025

Siswa Protes Gagal SNBP, Guru di Lamongan Malah Gebrak Meja
Redaksi - Kamis, 06 Februari 2025 16:14 WIB
122 view
Siswa SMKN 10 Medan Gagal Ikut SNBP 2025
Foto: Nizar Aldi/detikSumut
Ratusan siswa demontrasi di SMKN 10 Medan
Medan (harianSIB.com)
Keterlambatan pengisian data siswa untuk bisa mendaftar jalur SNBP masih terus terjadi. Siswa SMK Negeri 10 Medan tidak bisa mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dalam Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025.

Mereka pun berunjuk rasa di dalam areal sekolah. Sementara pihak SMK Negeri 10 Medan pun minta maaf.

"Untuk SNBP kelalaian itu ada di kami, kami mohon maaf, karena tidak bisa memprediksi waktu, untuk itu saya mewakili sekolah minta maaf," kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Negeri 10 Medan, Pehulysa Sagala, Kamis (6/2/2025).

Dikutip dari detikcom, Pehulysa menjelaskan jika terjadi keterlambatan dalam finalisasi terkait data e-rapor ke sistem Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Hal itu menyebabkan siswa tidak bisa mendaftar jalur SNBP.

"Kesalahannya sebenarnya terjadi keterlambatan finalisasi terkait data e-rapor kita semester V yang tidak tertarik ke sistem PDSS mengakibatkan anak-anak kita ini tidak bisa mendaftar jalur SNBP, di situ masalahnya sebenarnya," jelasnya.

Pihaknya disebut telah melakukan koordinasi dengan kementerian terkait permasalahan ini. Pihaknya masih mengupayakan agar siswa bisa mendaftar SNBP, salah satunya berangkat ke Jakarta besok.

"Tapi kita sudah berkali-kali koordinasi, kirimkan email ke pusat, ada beberapa rekan kita ada yang mengalami masalah yang sama dan sampai hari ini masih berproses, masih mengupayakan supaya anak-anak ini bisa mendaftar melalui jalur SNBP," ucapnya.

Pehulysa menyebutkan proses penginputan sudah berjalan panjang mulai dari mengumpulkan data siswa. Namun karena penggunaan e-rapor baru dilakukan tahun ini, pihaknya mengaku ada faktor human error dalam hal ini.

"Kita mengumpulkan data siswa juga, prosesnya kan panjang, ini pasti ada faktor human eror karena kita memang mengupayakan yang terbaik, kita kumpulkan data yang terbaik untuk membuka yang sebesar-besarnya, tapi ada kendala-kendala sistem yang memang di luar dugaan karena memang e-rapor baru tahun ini dibuka," sebutnya.

Pendaftaran sendiri dibuka sejak 6-31 Januari 2025. Meskipun ada perpanjangan, pihaknya tetap tidak bisa mengikuti karena tidak masuk kategori.

"Dibuka sejak 6 sampai 31 Januari, ada perpanjangan tapi perpanjangan ini kan ditujukan ke sekolah-sekolah yang datanya sudah lengkap dan tinggal melakukan finalisasi, sementara kalau kita karena ada data yang tidak masuk tadi, nilai rapor tadi tidak tertarik ke PDSS tadi, jadi kita tidak termasuk ke situ karena ada nilai yang kosong," ujarnya.


Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru