Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 14 Mei 2026

Siswa SMKN 10 Medan Gagal Ikut SNBP 2025

Siswa Protes Gagal SNBP, Guru di Lamongan Malah Gebrak Meja
Redaksi - Kamis, 06 Februari 2025 16:14 WIB
121 view
Siswa SMKN 10 Medan Gagal Ikut SNBP 2025
Foto: Nizar Aldi/detikSumut
Ratusan siswa demontrasi di SMKN 10 Medan

Pehulysa beralasan jika pihaknya memakai e-rapor karena adanya tambahan kuota sampai 5 persen dari manual. Demi memaksimalkan kesempatan, pihak sekolah kemudian memilih jalur itu.

"Kalau e-rapor kuotanya dia bertambah sebesar 5 persen dari total biasa (manual), jadi niat kita sebetulnya supaya siswa kita ini lebih luas lagi kesempatan," tutupnya.

Untuk diketahui, pendaftaran SNBP sudah ditutup sejak 31 Januari 2025. Meskipun ada perpanjangan sampai tanggal 18 Februari, sekolah yang tidak mendaftar seperti SMK Negeri 10 Medan tidak bisa mengikuti proses itu.

Gebrak Meja

Sementara di Lamongam, viral di media sosial seorang guru memberi penjelasan ke siswa sambil menggebrak meja saat para siswa bertanya mengapa tidak bisa masuk data eligible Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP).

Kepala Sekolah MAN 1 Lamongan, Nur Endah Mahmudah membenarkan video yang viral itu terjadi di sekolahnya. Dia menyampaikan kejadian itu menjadi evaluasi pihak sekolah.

"Itu momen waktu menyampaikan ke anak-anak karena anak-anak tidak bisa mengikuti yang dari eligible. Karena semuanya harus kami sampaikan ke anak-anak secara transparan," kata Nur, dikutip detikJatim, Kamis (6/2/2025).

Dia juga menegaskan pihak sekolah telah memberikan teguran kepada oknum guru itu. Dia berharap tindakan kekerasan verbal itu tidak terjadi lagi dan mengingatkan seluruh siswa agar mematuhi peraturan sekolah.

"Tindakan semacam itu memang tidak diperbolehkan baik di dunia pendidikan maupun di manapun," imbuhnya.

Dalam video viral itu, para siswa bertanya mengapa mereka tidak bisa masuk data eligible SNBP. Video berdurasi 25 detik itu, oknum guru perempuan memberikan penjelasan dengan nada tinggi sembari menggebrak meja di sebuah ruangan.

Sementara, di ruangan itu terdengar suara siswa yang menangis.

"Jadi mengapa tidak bisa masuk itu kenapa, bu?" Kata salah satu siswa dalam video itu dengan nada memelas dan kembali dijawab dengan nada tinggi disertai gebrakan meja. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru