Abuja(harianSIB.com)
Kekerasan terhadap umat Kristen di Nigeria kian mengkhawatirkan. Rata-rata 30 hingga 32 orang tewas setiap hari dalam serangkaian serangan brutal yang menyasar rumah ibadah dan komunitas Kristen di berbagai wilayah negara itu.
Laporan terbaru Intersociety pada paruh pertama 2025 mencatat, yang dikutip harianSIB.com, Jumat (17/10/2025), sedikitnya 7.087 umat Kristen tewas dibunuh dan 7.899 lainnya diculik, sementara ribuan gereja hancur dibakar. Lebih dari 1.100 komunitas terpaksa mengungsi akibat kekerasan yang terus meningkat.
Uskup Agung Abuja, Ignatius Kaigama, menggambarkan situasi ini sebagai "tragedi kemanusiaan yang menghantui bangsa." Ia menegaskan, korban bukan sekadar angka statistik, melainkan "nyawa manusia yang terbuang dan meninggalkan luka mendalam bagi keluarga serta komunitas yang selamat."
Baca Juga:
Kekerasan sistematis ini, menurut para pengamat, berakar dari dua hal: ekstremisme agama dan
konflik sumber daya. Kelompok militan seperti
Boko Haram dan
ISWAP secara terang-terangan menargetkan
umat Kristen, sementara konflik antara petani Kristen dan penggembala Muslim dari etnis
Fulani terus menambah kobaran api.
Pendeta Ronny Mandang menilai kekerasan tersebut telah berada di ambang genosida. Ia menegaskan, "Dunia tidak boleh diam. Ini bukan lagi sekadar konflik lokal, tetapi serangan terhadap kemanusiaan."