Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 04 Juni 2026

Ratusan Warga Unjuk Rasa di Kantor Bupati Dairi, Desak Penutupan PT DPM

Edison P Malau - Kamis, 04 Juni 2026 16:46 WIB
204 view
Ratusan Warga Unjuk Rasa di Kantor Bupati Dairi, Desak Penutupan PT DPM
Foto harianSIB.com/ Edison P. Malau
Terima: Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Dairi, Charles Bantjin saat menerima warga dan mencoba melakukan pendekatan dan negosiasi, Kamis (4/6/2026) di halaman kantor Bupati Dairi, Jl Sisingamangaraja, Sidikalang, Dairi.

Sidikalang(harianSIB.com)

Ratusan warga yang tergabung dari berbagai perkumpulan, menuding Keputusan Menteri Lingkungan Hidup/ Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 1437 tahun 2026 tentang kelayakan lingkungan hidup kegiatan pertambangan seng, timbal, dan sulfur di Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara oleh PT Dairi Prima Mineral (DPM) adalah bohong.

Hal ini mereka sampaikan dalam orasinya saat melakukan aksi unjuk rasa, Kamis (4/6/2026) di halaman kantor Bupati Dairi, Jalam Sisingamangaraja, Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Sebagai aksi protes terhadap munculnya Surat Keputusan (SK) tersebut, mereka merobek SK yang sengaja dibuat berbentuk poster. Selain itu, di tengah deraian gerimis, warga juga menyampaikan tuntutan penutupan PT Dairi Prima Mineral (DPM) dalam bentuk puisi, teatrikal, menari dan orasi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dairi, Oloan Hasugian menjawab harianSIB.com menyebutkan, SK itu merupakan produk Kementerian LH dan benar adanya. "Bagaimana mau bilang bohong, SK yang mereka maksud dikeluarkan oleh Menteri Lingkungan Hidup," tulisnya.

Baca Juga:
Dalam orasinya, ratusan warga serentak berteriak tentang penolakan terhadap kehadiran PT DPM di Dairi. Menurut mereka, izin lingkungan baru PT DPM merupakan pembangkangan putusan pengadilan dan pengkhianatan atas tanah leluhur, pengangkangan hukum dan manipulasi prosedur, serta ancaman bencana ekologis dan perampasan ruang hidup.

Disampaikan orator, tentang kritik atas narasi pembangunan dan replikasi eksploltasi, karena pemerintah terus mempromosikan sektor tambang dengan menyebut kontribusi triliunan terhadap PDB sebagai bukti keberhasilan pembangunan. Namun, tidak pernah ada perhitungan resmi tentang biaya kerusakan lingkungan, hilangnya sumber pangan, serta hancurnya tatanan warga.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Natal Pemkab Dairi Disesuaikan dengan FDT
Komnas Perempuan Sayangkan Putusan MA Penjarakan Nuril 6 Bulan
Pusat Studi Konstitusi Soroti Putusan PTUN soal OSO Boleh Nyaleg
Komisi II DPRD Pematangsiantar Nilai R-APBD untuk BL DPM PTSP Pemko Pematangsiantar Terlalu Kecil
Jumlah Pelamar CPNS yang Lulus Ujian CAT di Lingkungan Pemkab Dairi tidak Sesuai Harapan
FDT 2018 Terancam Gagal, Pemkab Dairi Ragukan Kesiapan
komentar
beritaTerbaru