Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 16 Agustus 2026

Masyarakat Saribudolok Resah Tak Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Secara Gratis

Mey Hendika Girsang - Sabtu, 13 Juni 2026 17:47 WIB
441 view
Masyarakat Saribudolok Resah Tak Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Secara Gratis
Foto : harianSIB.com/Mey Hendika Girsang
Siaran TVRI diacak di Saribudolok saat pertandingan Amerika Serikat lawan Paraguay di ajang Piala Dunia 2026, Sabtu (13/6/2026).

Simalungun(harianSIB.com)

Kalangan masyarakat Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun dan sekitarnya, resah, lantaran tak bisa menonton Piala Dunia 2026 secara gratis. Hal ini terjadi karena hak siar resmi yang dipegang TVRI diacak.

"Saat pertandingan Piala Dunia dimulai, siaran TVRI langsung diacak, hilang dan tidak bisa ditonton. Kita sangat kecewa terhadap pemerintah dan TVRI," keluh warga Saribudolok, Riando Saragih, Sabtu (13/06/2026).

Mirisnya, kata Riando, saat waktu pertandingan Piala Dunia selesai, siaran TVRI langsung dapat. Saat pertandingan itu saja diacak. Berarti jelas-jelas ada unsur kesengajaan agar warga tidak bisa menonton Piala Dunia 2026 secara gratis.

"Padahal TVRI milik pemerintah, bukan swasta atau komersil. Berarti ada yang bermain dalam hal tersebut. Ini harus ditelusuri dan disingkirkan, agar masyarakat bisa menonton Piala Dunia 2026 secara gratis," ucap Riando.

Baca Juga:
Hal senada disampaikan Rudi Girsang, Hotben Saragih dan Lurik Haloho. Disebut, akibat siaran TVRI diacak, warga tidak bisa menonton Piala Dunia 2026 secara gratis. Terpaksa membeli digital atau receiver baru seharga Rp 700.000.

"Sudah beli receiver seharga itu, membeli paket lagi agar receiver itu bisa menayangkan perhelatan spektakuler itu. Warga selalu "diperas" oknum-oknum yang mementingkan dirinya dan kelompoknya," kata Rudi.

Melihat keadaan itu, warga berharap kepada pemerintah agar mengambil tindakan supaya semua masyarakat Indonesia bisa menonton Piala Dunia 2026 secara gratis.

"Karena, perhelatan itu bukan sekadar hiburan tapi bisa menjadi edukasi bagi generasi muda di bidang sepak bola dan memperkokoh jalinan silaturahmi. Kita harap pemerintah paham soal itu," ucap warga tersebut. (**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sudah 4 Tahun Jalan Saribudolok Atas Rusak Parah
Simpang Empat Saribudolok Langganan Banjir
Masyarakat Pertanyakan Legalitas Pemasangan Jaringan Internet di Saribudolok
Vokal Group Sektor 8b Meriahkan Pesta Bapa Jemaat GKPS Saribudolok
Sarapan Pagi Ala Saribudolok, Cipeng dan Secangkir Teh Susu Panas
Pemuda GKPS Saribudolok Prihatin atas Penyegelan 3 Gereja di Jambi
komentar
beritaTerbaru