Tapsel(harianSIB.com)
PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) terus memperkuat pengawasan dan koordinasi guna mempercepat penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN) Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 Megawatt (MW).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan monitoring lapangan untuk memastikan seluruh tahapan konstruksi berjalan sesuai target menuju Commercial Operation Date (COD).
Kegiatan yang berlangsung, Rabu (24/6/2026) itu dipimpin Executive Vice President Konstruksi Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi PT PLN (Persero), Wisnu Kuntjoro Adi.
Turut mendampingi jajaran Divisi Konstruksi PLN Kantor Pusat, manajemen PLN UIP SBU yang diwakili Senior Manager Perencanaan Hidbar Roberta Saragih, PLN UPP SBU 4, serta pengembang proyek PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE).
Baca Juga:
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau sejumlah titik strategis pembangunan, meliputi area bendungan (dam), waterway, powerhouse, switchyard, hingga jalur transmisi 275 kV yang tengah menjalani proses rekonstruksi pascabencana banjir dan longsor.
Monitoring juga difokuskan pada perkembangan pekerjaan sesuai recovery schedule, kesiapan pembangunan pondasi dan menara transmisi, pekerjaan perlindungan lereng (slope protection), instalasi peralatan pembangkit dan gardu induk, hingga area yang akan digunakan untuk proses penggenangan waduk sebagai tahapan penting sebelum pengujian dan pengoperasian pembangkit.
Usai peninjauan lapangan, PLN bersama PT NSHE menggelar rapat koordinasi guna mengevaluasi progres pembangunan sekaligus membahas percepatan penyelesaian berbagai aspek strategis.
Pembahasan mencakup penyelesaian perizinan, percepatan rekonstruksi jaringan transmisi, penguatan koordinasi lintas pemangku kepentingan, hingga mitigasi berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam penyelesaian proyek.
Executive Vice President Konstruksi Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi PT PLN (Persero), Wisnu Kuntjoro Adi, mengatakan monitoring lapangan merupakan bagian dari komitmen PLN dalam memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, kualitas, dan tata kelola proyek.
"PLTA Batang Toru merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang memiliki peran penting dalam memperkuat bauran energi baru terbarukan sekaligus meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Sumatera. Oleh karena itu, PLN terus melakukan pengawalan secara intensif terhadap setiap tahapan pembangunan, termasuk memastikan proses pemulihan pascabencana berjalan sesuai recovery schedule sehingga target Commercial Operation Date dapat tercapai sesuai perencanaan," ujar Wisnu.
Sementara itu, General Manager PLN UIP SBU Rizki Aftarianto menegaskan bahwa percepatan penyelesaian proyek hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang erat antara PLN, pengembang, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Menurut Rizki, PLN UIP SBU berkomitmen mengawal seluruh tahapan pembangunan, mulai dari aspek konstruksi, perizinan, pengamanan aset, hingga koordinasi dengan seluruh stakeholder agar pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu, tepat mutu, dan tetap mengutamakan keselamatan kerja.
"Kami optimistis, melalui kolaborasi yang semakin solid, proyek ini dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penyediaan pasokan listrik yang bersih, andal, dan berkelanjutan," katanya.
Manager PLN UPP SBU 4, Parlindungan, menambahkan pihaknya bersama seluruh mitra kerja terus melakukan pengawasan dan koordinasi secara berkesinambungan terhadap setiap pekerjaan di lapangan.
"Melalui monitoring yang konsisten serta komunikasi yang erat dengan seluruh stakeholder, kami berupaya memastikan setiap tantangan dapat segera ditindaklanjuti sehingga target penyelesaian proyek dapat tercapai sesuai jadwal yang telah ditetapkan," ujarnya.
PLN menegaskan, penguatan koordinasi dan monitoring lapangan secara berkelanjutan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mempercepat penyelesaian PLTA Batang Toru sebagai salah satu pembangkit energi baru terbarukan strategis di Pulau Sumatera.
Pembangkit berkapasitas 510 MW tersebut diharapkan mampu meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Sumatera, mendukung transisi energi nasional, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (*)
Editor
: Wilfred Manullang