"Pelatihan ini membuka wawasan masyarakat dalam mengolah bahan-bahan organik menjadi pupuk yang bermanfaat sekaligus memperkuat sektor pertanian di Desa Meranti Utara. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
General Manager PLN UIP SBU Rizki Aftarianto mengatakan program TJSL PLN diarahkan untuk membangun kemandirian masyarakat melalui peningkatan kapasitas dan pemanfaatan potensi lokal.
"PLN meyakini bahwa keberlanjutan pembangunan harus diikuti dengan peningkatan kapasitas masyarakat. Melalui pengenalan pupuk organik dan konsep Electrifying Agriculture, kami ingin mendorong lahirnya praktik pertanian yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan memiliki daya saing. Kami berharap program ini menjadi langkah awal dalam mengembangkan sektor pertanian berbasis inovasi sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar PLTA Asahan 3," kata Rizki.
Sementara itu, Manager PLN UPP SBU 4 Parlindungan menegaskan kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan program pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, dukungan Dinas Pertanian Kabupaten Toba memungkinkan petani memperoleh pengetahuan mengenai pengolahan pupuk organik sekaligus pemanfaatan teknologi kelistrikan di sektor pertanian.
"Harapannya, kemampuan tersebut dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Desa Meranti Utara," ujarnya.
Editor
: Wilfred Manullang