Selama masa kontrak, tenaga IT RSUD Pandan juga akan mendapatkan pelatihan dan source code aplikasi akan diserahkan kepada rumah sakit sehingga pengembangan sistem dapat dilakukan secara mandiri di masa mendatang.
"Skema tersebut dinilai dapat mengurangi beban investasi awal yang umumnya membutuhkan anggaran besar," lanjutnya.
Aspek keamanan data juga menjadi perhatian utama. Vendor menjamin perlindungan data pasien sesuai ketentuan UU Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) dengan penerapan teknologi keamanan siber guna meminimalkan risiko kebocoran data maupun serangan siber seperti ransomware.
Tak hanya menyediakan aplikasi, Vendor juga menawarkan pendampingan perubahan budaya kerja (change management).
Pendampingan dilakukan melalui pelatihan bagi dokter, perawat dan tenaga administrasi, termasuk metode Training of Trainers (ToT) setelah sistem mulai dioperasikan (go-live), guna memastikan seluruh pengguna mampu mengoperasikan SIMRS secara optimal.
Untuk menjamin kelancaran proses transisi, vendor juga memberikan garansi migrasi data secara aman dari sistem lama ke sistem baru, sehingga data rekam medis yang telah tersimpan selama bertahun-tahun tetap terjaga.