Tapteng(harianSIB.com)
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan sedang mempercepat proses penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) agar terintegrasi sepenuhnya dengan sistem SATUSEHAT.
Upaya ini ditujukan untuk meningkatkan standar pelayanan kesehatan dan kesesuaian data sesuai kebijakan kesehatan nasional.
Direktur RSUD Pandan dr. Janri Nababan, menjelaskan, keunggulan inilah yang menjadi pertimbangan dalam penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang ditawarkan oleh CV Globalindo Media Technology.
Selain aspek fungsi teknis dan manfaat layanan, pihak rumah sakit juga tengah menyusun skema pembiayaan berkelanjutan.
Baca Juga:
"Vendor juga memberikan jaminan pembaruan sistem sesuai regulasi terbaru tanpa biaya tambahan," terang dr. Janri, di ruang kerjanya, Jumat (10/7/2026).
Disampaikannya, CV Globalindo Media Technology juga menawarkan Service Level Agreement (SLA) dengan waktu respons maksimal 15 menit untuk penanganan gangguan kritis, termasuk apabila terjadi kendala pada layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) maupun farmasi.
Selama masa kontrak, tenaga IT RSUD Pandan juga akan mendapatkan pelatihan dan source code aplikasi akan diserahkan kepada rumah sakit sehingga pengembangan sistem dapat dilakukan secara mandiri di masa mendatang.
"Skema tersebut dinilai dapat mengurangi beban investasi awal yang umumnya membutuhkan anggaran besar," lanjutnya.
Aspek keamanan data juga menjadi perhatian utama. Vendor menjamin perlindungan data pasien sesuai ketentuan UU Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) dengan penerapan teknologi keamanan siber guna meminimalkan risiko kebocoran data maupun serangan siber seperti ransomware.
Tak hanya menyediakan aplikasi, Vendor juga menawarkan pendampingan perubahan budaya kerja (change management).
Pendampingan dilakukan melalui pelatihan bagi dokter, perawat dan tenaga administrasi, termasuk metode Training of Trainers (ToT) setelah sistem mulai dioperasikan (go-live), guna memastikan seluruh pengguna mampu mengoperasikan SIMRS secara optimal.
Untuk menjamin kelancaran proses transisi, vendor juga memberikan garansi migrasi data secara aman dari sistem lama ke sistem baru, sehingga data rekam medis yang telah tersimpan selama bertahun-tahun tetap terjaga.
"Sebagai bentuk pembuktian, vendor juga menawarkan kesempatan bagi pihak rumah sakit untuk melihat langsung implementasi sistem di fasilitas kesehatan lain yang telah menggunakannya," kata dr. Janri.
Dalam kesempatan ini, ia menjelaskan, adapun kendala teknis yang sempat mengganggu kenyamanan pelayanan terhadap pasien saat ini diharapkan dapat teratasi total setelah para petugas dapat menguasai SIMRS yang terbarukan.
"Saya minta maaf atas kurangnya pelayanan kami. Namun ini tidak akan lama, target satu bulan, petugas dapat mengoperasikan sistem ini," ucap Direktur RSUD Pandan ini.
Ia menegaskan, berbagai jaminan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan sistem informasi rumah sakit yang andal, aman dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (*)