"Sebagai bentuk pembuktian, vendor juga menawarkan kesempatan bagi pihak rumah sakit untuk melihat langsung implementasi sistem di fasilitas kesehatan lain yang telah menggunakannya," kata dr. Janri.
Dalam kesempatan ini, ia menjelaskan, adapun kendala teknis yang sempat mengganggu kenyamanan pelayanan terhadap pasien saat ini diharapkan dapat teratasi total setelah para petugas dapat menguasai SIMRS yang terbarukan.
"Saya minta maaf atas kurangnya pelayanan kami. Namun ini tidak akan lama, target satu bulan, petugas dapat mengoperasikan sistem ini," ucap Direktur RSUD Pandan ini.
Ia menegaskan, berbagai jaminan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan sistem informasi rumah sakit yang andal, aman dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (*)