Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 11 Agustus 2026

Proyek Lift RSUD Rantauprapat Senilai Rp2 M Tidak Berfungsi

Efran Simanjuntak - Senin, 10 Agustus 2026 19:42 WIB
591 view
Proyek Lift RSUD Rantauprapat Senilai Rp2 M Tidak Berfungsi
Foto: harianSIB.com/Efran Simanjuntak
GEDUNG KRIS: Warga pengendara melintas dari gedung E/gedung KRIS RSUD Rantauprapat, Jalan KH Dewantara, Rantauprapat, Senin (10/8/2026).

Rantauprapat(harianSIB.com)

Proyek pengadaan lift di RSUD Rantauprapat senilai sekitar Rp2 miliar yang dikerjakan pada 2025 menjadi sorotan. Lift yang berada di Gedung E rumah sakit tersebut sempat diduga mangkrak lantaran belum digunakan untuk menunjang pelayanan rumah sakit.

Sorotan muncul karena lift tersebut berkaitan dengan Gedung E yang diperuntukkan bagi pasien Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Namun hingga saat ini, lantai 2, 3 dan 4 gedung tersebut belum dapat difungsikan sehingga keberadaan lift juga belum terlihat dimanfaatkan untuk aktivitas pelayanan pasien.

Sejumlah petugas di RSUD milik Pemkab Labuhanbatu itu menduga proyek pengadaan lift tersebut kategori mangkrak sehingga tidak dapat difungsikan.

Namun, dugaan bahwa proyek tersebut mangkrak dibantah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Lift RSUD Rantauprapat, Abner Sitanggang ST.

Baca Juga:
Ia mengatakan proyek pengadaan lift yang dilaksanakan pada 2025 tersebut tidak mangkrak, tetapi dapat difungsikan.

"Lift ini sudah berfungsi. Pengadaannya tahun lalu (2025)," kata Abner Sitanggang saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (10/8/2026) sore.

Menurut Abner, lift tersebut bahkan sudah dapat digunakan hingga lantai empat. Hanya saja, penggunaannya belum dilakukan untuk menghemat beban listrik, karena lantai 2, 3 dan 4 Gedung E yang menjadi tujuan lift belum dapat difungsikan.

Katanya, lift RSUD Rantauprapat bukan mangkrak, melainkan belum dimanfaatkan secara optimal karena gedung yang dilayaninya belum seluruhnya dapat dioperasikan

"Tahun lalu kan tender untuk lantai 2 dan 3 gedung KRIS itu batal, tapi tahun ini ditenderkan lagi. Mudah-mudahan tidak batal," sebut Abner yang juga Kabag Keuangan RSUD tersebut.

Ditanya kenapa dilakukan pengadaan lift sedangkan gedung belum sepenuhnya dapat digunakan? Abner mengatakan karena pembangunan lantai 2, 3 batal tender, sehingga dilakukan pengadaan lift merek Hyundai menggunakan e-Katalog dan untuk mengantisipasi anggaran BLUD tidak mencukupi di tahun berikutnya.

"RSUD Rantauprapat ini kan BLUD (Badan Layanan Umum Daerah). Jadi, pengadaan lift dilakukan tahun 2025, karena mana tau dana BLUD untuk pengadaan lift dan lanjutan pembangunan lantai 2 dan 3 tidak cukup pada tahun 2026," sebut Abner. (**)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pengadaan Ambulance Rp 245 Juta Menggunakan Dana Desa di PIR ADB Langkat Jadi Sorotan Berbagai Kalangan
Jadi Sorotan Dunia, Jakarta-Palembang 2018 Disebut Sebagai Asian Games Terbaik dalam Sejarah
Plt Bupati Besuk Bocah Diduga Penderita Gizi Buruk di RSUD Rantauprapat
Kasus Wanita Diculik Dukun Selama 15 Tahun Jadi Sorotan Dunia
Freeport Bakal Setor Pajak Penghasilan Rp103 T Hingga 2026
AS, Meksiko, dan Kanada Tuan Rumah Bersama Piala Dunia 2026
komentar
beritaTerbaru