Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 04 Agustus 2026

Peringatan Jumat Agung di GKPI Sriwijaya Medan

Sekjen GKPI: Allah Gantikan DiriNya Jadi Korban Sembelihan Demi Tebus Dosa Manusia
Horas Pasaribu - Jumat, 03 April 2026 20:38 WIB
651 view
Peringatan Jumat Agung di GKPI Sriwijaya Medan
Foto SIB/ Horas Pasaribu
IBADAH: Jemaat GKPI Sriwijaya Medan sedang melaksanakan ibadah peringatan Jumat Agung, Jumat (3/4/2026) di GKPI Sriwijaya.

FOTO BERSAMA: Sekjen GKPI Pdt Parsaoran Sinaga dan Pdt Polin Sihombing foto bersama para penatua GKPI Sriwijaya usai ibadah Jumat Agung, Jumat (3/4/2026) di GKPI Sriwijaya Medan. (Foto SIB/ Horas Pasaribu)

Pdt Parsaoran bercerita, pernah memakamkan seorang pejabat yang meninggal dunia. Sangat banyak orang melayat, ratusan papan bunga duka cita. Acara pemakaman pakai iring-iringan sampai di pemakaman, ada pakai upacara dan kata sambutan.

Bila dibandingkan dengan kematian Yesus sangat jauh berbeda, ketika dimakamkan tidak ada upacara dan kata sambutan yang memuji-muji kebaikanNya. Ketika dimakamkan, dimakamkan begitu saja, murid-murid pun tidak yang nampak, semua menjauh meninggalkanNya. "Maka wajarlah Yesus berteriak di atas kayu salib berkata: Allahku, Allahku, mengapa Engkau tinggalkan Aku, itu adalah ungkapan penderitaanNya," terangnya.

Lalu ketika Yesus mati, alam raya gelap gulita selama tiga jam, lalu gempa bumi dan gunung batu pecah. Itu sebagai bukti, ketika orang-orang bungkam melihat penyiksaan dan kematian Yesus, tapi alam bersuara mengungkapkan siapa Yesus sebenarnya. Kemudian tirai bait Allah terkoyak dari atas sampai ke bawah. Waktu itu, di bait Allah ada ruang kudus tempat para imam yang tidak boleh dimasuki orang-orangnya. Artinya, tidak boleh sembarangan masuk ke ruangan maha kudus.

"Tapi dengan terkoyak, tidak ada lagi dinding pemisah manusia untuk datang kehadapan Allah. Tidak ada dosa yang tidak bisa diampuni, tidak ada kesalahan yang tidak bisa dihapus. Sampai-sampai, pemimpin pasukan Romawi berkata sambil bersujud, orang ini memang benar-benar anak Allah. Dia tidak belajar teologi, tapi fenomena alam yang berbicara membuat dia tersungkur minta ampun kepada Tuhan," jelasnya.

Dikatakannya, dari sisi hukum mungkin dapat dikatakan persidangan Yesus itu adalah peradilan sesat. Tapi dalam perspektif Tuhan Allah, Yesus disalib untuk menebus dosa manusia. "Yesus menggantikan kita, inilah yang kita renungkan melalui perjamuan kudus," tuturnya.

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Gereja Maria Bunda Pertolongan Abadi Binjai Langkat Gelar Ibadah Ekaristi
Jemaat Lintasdenominasi Adakan Workshop Kehidupan Sesuai Alkitab di GKPI P Siantar
Muslimah Rabu Biru Sumut Kumpulkan Bantuan untuk Korban Bencana Alam Madina
Bishop GKPI Letakkan Batu Pertama Pembangunan Pastori Wilayah IV di Sidikalang
Pedagang Eks Pasar Aksara Sumbang Korban Bencana Alam di Madina
Sekolah Minggu Hanya Ibadah Anak-anak, Tidak Layak Masuk RUU Pendidikan Keagamaan
komentar
beritaTerbaru