Jelang Iduladha, Pemkab Tapteng Serahkan Dua Sapi Bantuan Kemasyarakatan Presiden-Wapres
Tapteng(harianSIB.com)Menyambut Hari Raya Iduladha 2026, Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka member
Medan(harianSIB.com)
Di dalam Perjanjian Lama, Allah telah membuat perjanjian harus ada domba yang disembelih sebagai kurban bakaran untuk menghapus dosa manusia. Lalu di Perjanjian Baru, Tuhan yang jadi korban sembelihan untuk penghapusan dosa. Makanya Yesus disebut anak domba Allah. Dia menjelma jadi manusia, menanggung hinaan, cacian, cercaan sampai mati di kayu salib.
.jpeg)
PIMPIN IBADAH: Sekjen GKPI Pdt Parsaoran Sinaga dan Pdt Polin Sihombing memimpin ibadah peringatan Jumat Agung, Jumat (3/4/2026) di GKPI Sriwijaya Medan. (Foto SIB/ Horas Pasaribu)
Baca Juga:
"Yesus adalah pribadi maha agung, maha kasih, maha kuasa, menjelma menjadi manusia sebagai hamba. Inilah pengorbanan Tuhan kita, Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang rela berkorban untuk umatNya," kata Sekjen GKPI Pdt Parsaoran Sinaga, M.Min, MTh dalam khotbah pada peringatan Jumat Agung, Jumat (3/4/2026) di Gereja GKPI Sriwijaya Medan.
Dikatakannya, Tuhan Yesus rela menderita, diperlakukan sebagai orang tidak terhormat, disiksa sampai mati dengan cara mengenaskan. Tapi Tuhan merelakan diriNya diperlakukan seperti itu, demi pengorbananNya kepada manusia.
"Ketika Tuhan Yesus disiksa, tidak ada yang mau melihat, semua melarikan diri, hanya ibu-ibu meratap dari kejauhan tanpa bisa berbuat apa-apa. Padahal, ketika Yesus sebelum disalibkan, Dia berbuat baik kepada manusia, menyembuhkan orang sakit bahkan orang matipun dihidupkan. Tapi ketua Dia disalibkan, tidak satupun orang yang Dia tolong melihatNya, bahkan murid-murid Yesus sendiripun lari," ungkap Sekjen GKPI.
Itu sebabnya, kata Pdt Parsaoran Sinaga, ketika di kayu salib, Yesus berteriak Eloi, Eloi lama sabakhtani. Orang yang menyaksikan bertanya apakah Yesus memanggil Elia? Padahal bukan. Yesus pada waktu itu sedang berada di puncak penderitaan, Dia menahan sakit luar biasa, tapi semua orang meninggalkanNya sampai mati di kayu salib.

Pdt Parsaoran bercerita, pernah memakamkan seorang pejabat yang meninggal dunia. Sangat banyak orang melayat, ratusan papan bunga duka cita. Acara pemakaman pakai iring-iringan sampai di pemakaman, ada pakai upacara dan kata sambutan.
Bila dibandingkan dengan kematian Yesus sangat jauh berbeda, ketika dimakamkan tidak ada upacara dan kata sambutan yang memuji-muji kebaikanNya. Ketika dimakamkan, dimakamkan begitu saja, murid-murid pun tidak yang nampak, semua menjauh meninggalkanNya. "Maka wajarlah Yesus berteriak di atas kayu salib berkata: Allahku, Allahku, mengapa Engkau tinggalkan Aku, itu adalah ungkapan penderitaanNya," terangnya.
Lalu ketika Yesus mati, alam raya gelap gulita selama tiga jam, lalu gempa bumi dan gunung batu pecah. Itu sebagai bukti, ketika orang-orang bungkam melihat penyiksaan dan kematian Yesus, tapi alam bersuara mengungkapkan siapa Yesus sebenarnya. Kemudian tirai bait Allah terkoyak dari atas sampai ke bawah. Waktu itu, di bait Allah ada ruang kudus tempat para imam yang tidak boleh dimasuki orang-orangnya. Artinya, tidak boleh sembarangan masuk ke ruangan maha kudus.
"Tapi dengan terkoyak, tidak ada lagi dinding pemisah manusia untuk datang kehadapan Allah. Tidak ada dosa yang tidak bisa diampuni, tidak ada kesalahan yang tidak bisa dihapus. Sampai-sampai, pemimpin pasukan Romawi berkata sambil bersujud, orang ini memang benar-benar anak Allah. Dia tidak belajar teologi, tapi fenomena alam yang berbicara membuat dia tersungkur minta ampun kepada Tuhan," jelasnya.
Dikatakannya, dari sisi hukum mungkin dapat dikatakan persidangan Yesus itu adalah peradilan sesat. Tapi dalam perspektif Tuhan Allah, Yesus disalib untuk menebus dosa manusia. "Yesus menggantikan kita, inilah yang kita renungkan melalui perjamuan kudus," tuturnya.
Di dalam ibadah dilaksanakan perjamuan kudus dipimpin Sekjen Pdt Parsaoran Sinaga didampingi Pendeta Resort GKPI Medan Barat Pdt Polin Sihombing dan dibantu para penatua GKPI Sriwijaya.(**)
Tapteng(harianSIB.com)Menyambut Hari Raya Iduladha 2026, Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka member
Medan(harianSIB.com)Wali Kota Medan Rico Waas memastikan sebanyak 61 ribu pohon akan ditanam sebagai pengganti 2.886 pohon yang ditebang unt
Lubukpakam(harianSIB.com)Pemkab Deliserdang menetapkan hari pelaksanaan Pemungutan Suara Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Gelombang
Medan(harianSIB.com)Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto meresmikan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta 4
Labuhanbatu(harianSIB.com)Upaya peredaran narkoba di wilayah Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, digagalkan Tim Unit Reskrim Polse
Medan(harianSIB.com)Polisi terus mendalami kasus pencurian 2 keping emas seberat 150 gram yang ditaksir berharga Rp400 juta lebih pada Sabt
Jakarta(harianSIB.com)Dinamika penyatuan wadah keturunan Pomparan Raja Silahisabungan memasuki babak baru yang semakin tegas. Merespons bunt
Medan(harianSIB.com)PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) soft operational launching Nipah Transfer Anchorage Area (NTAA), di Pelabuhan Feri Harb
Batubara(harianSIB.com)Pemkab Batubara menyalurkan 61 ekor sapi kurban kepada Badan Kemakmuran Masjid (BKM), organisasi keagamaan, organisas
Tanjungbalai(harianSIB.com)Pemko Tanjungbalai menyiapkan 17 ekor sapi kurban untuk perayaan Idul adha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Puluhan hewa
Sibolga(harianSIB.com)Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik bersama Wakil Wali Kota Sibolga Pantas Lumbantobing dan unsur Forkopimda
Sergai(harianSIB.com)Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serdangbedagai (Sergai) menyalurkan hewan kurban 173 ekor sapi dan 3 ekor kambing pada Ha