Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 20 Mei 2026

Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara (Refleksi 118 Tahun Harkitnas, 20 Mei 2026)

Oleh: Benyamin Nababan SH SPd MM
Redaksi - Rabu, 20 Mei 2026 09:48 WIB
142 view
Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara (Refleksi 118 Tahun Harkitnas, 20 Mei 2026)
(harianSIB.com)
Benyamin Nababan SH SPd MM.

(harianSIB.com)

Eksistensi Indonesia sebagai bangsa merdeka tidak dapat dipisahkan dari lahirnya kesadaran nasional yang ditandai berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908. Momentum tersebut menjadi fondasi kebangkitan nasional sekaligus awal tumbuhnya kesadaran kolektif mengenai pentingnya persatuan bangsa. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2026 tidak semestinya dipahami sebatas seremoni tahunan tanpa makna substantif. Momentum ini harus dijadikan ruang refleksi untuk menilai sejauh mana negara mampu menjaga kedaulatannya melalui pembangunan kualitas generasi muda sebagai tunas bangsa.

Pidato Hari Kebangkitan Nasional tahun 2026 menegaskan komitmen pemerintah dalam mengubah bonus demografi menjadi kekuatan strategis menuju visi Indonesia Emas. Dalam konteks global yang dipenuhi persaingan geopolitik, kemajuan teknologi, dan perubahan sosial yang cepat, perlindungan serta penguatan kapasitas generasi muda bukan lagi sekadar kewajiban moral dan pemenuhan hak asasi manusia. Upaya tersebut telah berkembang menjadi strategi utama menjaga kedaulatan negara. Pada abad ke-21, kekuatan negara tidak hanya diukur dari kemampuan militer atau kekayaan sumber daya alam, melainkan dari kualitas manusia yang dimiliki, terutama generasi mudanya. Ketangguhan intelektual, kesehatan masyarakat, kemandirian ekonomi, supremasi hukum, serta kematangan sosial-politik menjadi indikator utama kekuatan bangsa modern.

Pembangunan ketahanan nasional berbasis generasi muda membutuhkan harmonisasi kebijakan dari pemerintah pusat hingga pemerintahan desa. Setiap tingkatan pemerintahan harus memiliki visi yang selaras dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, produktif, dan berkeadilan bagi tumbuh kembang anak dan pemuda Indonesia.

Dalam teori pembangunan ekonomi, investasi terhadap generasi muda memiliki dasar akademis yang kuat melalui teori pertumbuhan endogen (endogenous growth theory). Teori tersebut menempatkan kualitas sumber daya manusia sebagai faktor utama pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Negara yang gagal membangun kualitas manusia akan kesulitan mencapai kemandirian ekonomi dan ketahanan nasional. Kedaulatan tidak mungkin berdiri kokoh apabila generasi penerus mengalami ketertinggalan pendidikan, lemahnya kesehatan, dan keterasingan dari perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi.

Baca Juga:
Dalam Perspektif hukum, kewajiban negara melindungi anak telah ditegaskan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, khususnya Pasal 28B ayat (2), yang menjamin hak setiap anak untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan memperoleh perlindungan dari kekerasan maupun diskriminasi. Ketentuan tersebut diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Regulasi tersebut menunjukkan bahwa perlindungan anak merupakan bagian penting dari tanggung jawab konstitusional negara.

Walaupun Indonesia telah memiliki perangkat hukum yang memadai, tantangan terbesar masih terletak pada pelaksanaan di lapangan. Banyak kebijakan belum berjalan optimal akibat lemahnya koordinasi antar instansi, keterbatasan anggaran, serta ketimpangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Karena itu, sinkronisasi program perlindungan anak harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kementerian di tingkat pusat hingga pemerintahan desa sebagai pelaksana langsung pelayanan publik.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pemprovsu Ajak Masyarakat dan Generasi Muda Ingat Jasa Pahlawan
Generasi Muda Diingatkan Jangan Terhasut Paham Menyesatkan
Generasi Muda Simalungun Hindari Paham Radikal
Camat Sidamanik : Ikrar Sumpah Pemuda Harus Selalu Diingat Para Generasi Muda
Ketua Karang Taruna Panei Ajak Generasi Muda Tingkatkan Rasa Nasionalisme
Nilai-Nilai Sumpah Pemuda Harus Selalu Ditanamkan Kepada Generasi Muda
komentar
beritaTerbaru