Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 16 Agustus 2026

Update Korban Gempa M 7,7 NTT: 20 Orang Tewas dan Ribuan Warga Mengungsi

Redaksi - Sabtu, 15 Agustus 2026 15:34 WIB
319 view
Update Korban Gempa M 7,7 NTT: 20 Orang Tewas dan Ribuan Warga Mengungsi
Foto: REUTERS/Arnold Welianto
Warga berada di luar rumah mereka setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 di Talibura, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026).

NTT(harianSIB.com)

Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) dini hari. Guncangan kuat yang berlangsung sekitar satu menit itu menyebabkan sedikitnya 20 orang meninggal dunia, enam lainnya luka-luka, serta dua warga masih tertimbun reruntuhan.

Data tersebut disampaikan Kepala Basarnas Maumere Fathur Rahman, sebagaimana dilansir CNBC Indonesia. Tim SAR gabungan hingga Sabtu siang masih melakukan evakuasi korban, terutama di kawasan pelabuhan Maumere, Kabupaten Sikka.

Gempa utama terjadi pada pukul 04.58 WIB dengan kedalaman sekitar 15 kilometer. Guncangan tersebut diikuti puluhan gempa susulan dan dirasakan hingga Nusa Tenggara Barat (NTB) serta Sulawesi Selatan.

BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa terjadi. Gelombang tsunami dengan ketinggian kurang dari satu meter terdeteksi di sejumlah titik. Namun, peringatan tersebut kemudian dicabut sekitar tiga jam setelah gempa utama.

Baca Juga:
Wilayah Kabupaten Nagekeo yang berada dekat dengan pusat gempa hingga kini masih sulit dijangkau. Akses darat lumpuh akibat material longsor, sedangkan jaringan komunikasi juga terputus.

Tim SAR kini berupaya mencapai lokasi terdampak melalui jalur laut dengan menggunakan kapal feri. Upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat pencarian dan evakuasi korban di tengah kondisi akses darat yang belum bisa dilalui.

Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sekitar 2.000 warga di Nagekeo telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.

Sejumlah rumah, gudang dan fasilitas publik dilaporkan mengalami kerusakan parah. Gempa juga menyebabkan pemadaman listrik serta kemacetan lalu lintas di sejumlah wilayah terdampak.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan sebagian besar korban meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan ketika sedang tidur.

Di Kabupaten Ende, kepanikan juga terjadi setelah gempa mengguncang wilayah tersebut. Sebuah rumah sakit bahkan mengevakuasi seluruh pasien ke area terbuka sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan.

Gempa ini menjadi salah satu gempa besar yang kembali mengguncang wilayah Flores. Catatan historis menunjukkan kawasan tersebut pernah dilanda gempa berkekuatan M 7,5 pada 1992 yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan besar.

Sementara itu, Pusat Peringatan Tsunami Australia memastikan gempa tersebut tidak menimbulkan dampak tsunami terhadap wilayah daratan maupun teritori Australia.

Indonesia sendiri berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Pacific Ring of Fire yang memiliki aktivitas tektonik tinggi akibat pertemuan sejumlah lempeng bumi. Kondisi tersebut membuat wilayah Indonesia rawan mengalami gempa bumi dan tsunami. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Gempa M 7,0 Guncang NTT, Dua Warga Tewas dan Sejumlah Infrastruktur Rusak
DPRD Labura Gelar Paripurna Dengarkan Pidato Presiden
SD 09400 Dolok Saribu Libas SD 095173 dengan Skor 3-0
Tak Kuorum, Paripurna KUA-PPAS APBD Simalungun 2027 Batal Digelar
Wabup Syafrizal Serahkan Rancangan KUA-PPAS 2027, Targetkan Kemiskinan Turun 7,82%
Kerja 27 Hari, Satgas TMMD 129 Rampungkan Jalan Sijarango–Pusuk 2 Hutari
komentar
beritaTerbaru