Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 08 Juli 2026

Setelah Tertunda karena OSS dan Kredensial, Layanan Cuci Darah RSUD Sibuhuan Resmi Beroperasi

Robert Nainggolan - Senin, 06 Juli 2026 17:44 WIB
929 view
Setelah Tertunda karena OSS dan Kredensial, Layanan Cuci Darah RSUD Sibuhuan Resmi Beroperasi
Foto: harianSIB.com/Robert Nainggolan.
Sejumlah pasien menjalani cuci darah di ruang Hemodialisis RSUD Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas, Senin (6/7/2026).

Sibuhuan(harianSIB.com)

Penantian masyarakat Kabupaten Padang Lawas terhadap layanan hemodialisis (HD) atau cuci darah di RSUD Sibuhuan, akhirnya berakhir. Setelah sempat tertunda selama beberapa bulan akibat proses perizinan melalui Online Single Submission (OSS) dan tahapan kredensial BPJS Kesehatan, layanan tersebut resmi beroperasi hari ini, Senin (6/7/2026).

Direktur RSUD Sibuhuan, dr. Sukri Habibi P. Daulay, mengatakan, unit hemodialisis sebenarnya telah lama dipersiapkan. Namun operasionalnya baru dapat dilakukan setelah seluruh proses perizinan dan kredensial BPJS Kesehatan dinyatakan selesai.

"Unit HD sudah lama direncanakan dan beberapa lama terkendala di izin. Hari ini seluruh izin sudah selesai, kredensial sudah layak, dan layanan sudah mulai beroperasi," ujarnya saat diwawancarai harianSIB.com.

Ia menjelaskan, RSUD Sibuhuan kini mengoperasikan lima unit mesin hemodialisis. Empat unit digunakan untuk pasien reguler, sedangkan satu unit disiapkan khusus bagi pasien dengan hepatitis maupun HIV.

Baca Juga:
Pada tahap awal, layanan tersebut diperkirakan mampu melayani sekitar delapan hingga 12 pasien setiap hari. Seluruh pasien peserta BPJS Kesehatan juga sudah dapat memanfaatkan layanan tersebut.

"Kami berharap vendor dapat menambah jumlah mesin hemodialisis agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal dan mendukung visi-misi Bupati Padang Lawas mewujudkan Padang Lawas Maju dengan pelayanan prima," katanya.

Bupati Padang Lawas, Putra Mahkota Alam Hasibuan, dalam peresmian layanan hemodialisis dan kredensial RSUD Sibuhuan mengatakan, fasilitas tersebut seharusnya sudah dapat dimanfaatkan sejak Januari 2026. Namun operasional tertunda karena proses penyelesaian izin dan kredensial.

"Alhamdulillah hari ini sudah bisa beroperasi. Dengan adanya layanan ini masyarakat tidak perlu lagi menjalani cuci darah ke Padangsidimpuan, Mandailing Natal, Labuhanbatu maupun Rokan Hulu," ujarnya.

Kehadiran layanan tersebut disambut baik oleh pasien. Salah seorang peserta BPJS Kesehatan, Muhammad Tohar Hasibuan (29), warga Desa Siolip, Kecamatan Barumun Baru, mengaku selama ini harus menjalani cuci darah di RS Awal Bros Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

Sejak awal 2025, ia harus mengeluarkan biaya transportasi sekitar Rp200 ribu sekali perjalanan dengan menumpang kendaraan milik sesama pasien.

"Saya merasa senang karena biaya sudah berkurang, waktu dan tenaga juga lebih hemat, serta lebih dekat dengan keluarga," katanya.

Sebelumnya, harianSIB.com memberitakan layanan hemodialisis RSUD Sibuhuan belum dapat beroperasi meski fasilitas dan tenaga medis telah siap karena masih menunggu penyelesaian izin OSS dan kredensial BPJS Kesehatan. Kini seluruh tahapan tersebut telah rampung sehingga layanan resmi dibuka untuk masyarakat.(**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Massa Gebrak Berunjukrasa di Kantor BPJS Kesehatan Padangsidimpuan
Wabup Minta Himapalas - Riau Buat Terobosan, Ide dan Gagasan Baru untuk Palas Bercahaya
2019, Iuran BPJS Kesehatan Naik
Rapat Pleno Terbuka KPUD, DPT Palas Bertambah 892 Pemilih
Hari Pertama Seleksi TKD, 9 Pelamar CPNS Diperkirakan Lulus Passing Grade di Palas
Jalan Dibangun, Kades Subulussalam dan Pintu Padang Berterima Kasih kepada Bupati Palas
komentar
beritaTerbaru