Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 24 April 2026

Data Sementara, 196 Rumah Warga Terdampak Bencana Banjir di Kecamatan Simangumban dan 15 Ha Areal Persawahan Gagal Panen ‎

Bongsu Batara Sitompul - Jumat, 24 April 2026 17:54 WIB
109 view
Data Sementara, 196 Rumah Warga Terdampak Bencana Banjir di Kecamatan Simangumban dan 15 Ha Areal Persawahan Gagal Panen ‎
Foto harianSIB.com / Bongsu Batara Sitompul
GOTONG ROYONG : Tim dari Pemkab Taput bersama TNI, Polri bersama warga bergotong royong melakukan pembersihan lumpur dari rumah warga.

Tapanuli Utara(harianSIB.com)

Data sementara ada 196 rumah warga terdampak bencana banjir yang terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi pada Rabu (22/4/2026) malam di Kecamatan Simangumban Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).

Hal tersebut dijelaskan oleh Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Taput, Binhot Aritonang kepada l SIB, Jumat (24/4/2026)

" Data sementara yang saat ini kita peroleh sebanyak 196 rumah warga terkena dampak banjir. Data itu bisa mungkin akan bertambah. Bencana banjir di Kecamatan Simangumban menyebabkan kerusakan pemukiman dan pertanian di tiga desa, yakni Desa Aek Nabara, Desa Simangumban Julu, Simangumban Jae dan Desa Dolok Sanggul, " jelasnya.

Baca Juga:
‎Dia menerangkan, dari 196 rumah warga terdampak banjir meliputi 4 unit rumah hanyut terbawa arus, 18 unit rumah rusak berat, sementara sisanya mengalami rusak ringan.

" Banjir juga berdampak pada fasilitas umum yaitu 1 unit jembatan penghubung ke desa lain terbawa arus sungai dan 1 unit Mushola rusak berat," terangnya.

Ia juga memaparkan, selain infrastruktur, sektor pertanian juga terdampak signifikan dengan gagal panen lahan padi seluas kurang lebih 15 sampai 20 hektar yang rata-rata telah memasuki usia 70-80 hari setelah tanam.

‎‎

‎" Sebagai bentuk penanganan awal, Bapak Bupati Taput Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat langsung turun ke lokasi menyerahkan bantuan gotong royong berupa uang tunai kepada warga terdampak guna membantu proses pembersihan rumah. Bantuan awal tersebut diberikan sebesar Rp500.000 untuk kategori rumah rusak berat dan Rp300.000 untuk kategori rusak sedang maupun ringan. Dan bantuan lanjutan direncanakan akan menyusul setelah proses pendataan selesai," paparnya.

‎Ia juga mengatakan, Dinas Sosial Taput telah menyalurkan bantuan sembako dan mendirikan dapur umum untuk mendukung kegiatan gotong royong warga.

" Untuk kebutuhan air bersih, mobil tangki PDAM Mual Natio telah dikerahkan untuk menyuplai air bersih bagi warga. Untuk sumber air bersih di lokasi saat ini tidak ada kendala.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kolaborasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) juga dilakukan untuk mempercepat penanganan jalan yang rusak dan pembangunan tembok penahan tanah (TPT).

‎" Atas peristiwa tersebut, tidak ada korban jiwa. Tim gabungan dari berbagai instansi yaitu Pemkab Taput, TNI, Polri dan pihak Balai Besar Jalan Nasional masih terus bersiaga di lokasi untuk melakukan pembersihan material longsor dan pemulihan area terdampak banjir, " pungkasnya. (*)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Banjir Simangumban Terjang 196 Rumah, 15 Hektare Sawah Gagal Panen
Kantor Lurah Lubuk Tukko Disegel Warga, Camat Turun Tangan Cari Solusi
Banjir Bandang Terjang Dua Desa di Simangumban Taput, 35 Rumah Rusak dan 3 Hanyut
BNPB Salurkan Bantuan Stimulan Rumah Rusak Kabupaten Tapteng dan Aceh Tamiang, Suharyanto: Tidak Bentuk Cash
Ebenejer Sitorus Desak Pemkab Langkat Verifikasi Ulang Warga Tak Terima Bantuan Dari Kemensos
Plt Kalak BPBD Tapteng Akui Adanya Keterlambatan Pendataan Bantuan Stimulan
komentar
beritaTerbaru