Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 16 Agustus 2026

Sambut HUT ke-81 RI, Sekjen DPP PDIP Daki Pusuk Buhit dan Panjatkan Doa untuk Indonesia

Firdaus Peranginangin - Minggu, 16 Agustus 2026 20:37 WIB
141 view
Sambut HUT ke-81 RI, Sekjen DPP PDIP Daki Pusuk Buhit dan Panjatkan Doa untuk Indonesia
Foto: harianSIB.com/PDI Perjuangan
Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto foto bersama rombongan PDI Perjuangan Sumut saat melakukan pendakian di Pusuk Buhit, Kabupaten Samosir, Sabtu (15/8/2026) malam.(

Samosir (harianSIB.com)

Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto memilih Pusuk Buhit, Kabupaten Samosir, sebagai tempat melakukan pendakian sekaligus merefleksi dan memanjatkan doa bagi bangsa Indonesia, Sabtu (15/8/2026) malam.

Mengenakan pakaian bernuansa Bali lengkap dengan udeng putih, Hasto mendaki gunung setinggi 1.982 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut, didampingi Kuncen Pusuk Buhit, Sediaman Limbong.

"Kebetulan saya nyaman dengan pakaian ini," kata Hasto kepada wartawan, Minggu (16/8/2026), seusai melakukan pendakian di Pusuk Buhit Kabupaten Samosir.

Sebelum berangkat, Hasto mengajak rombongan berdoa untuk dua Proklamator RI Bung Karno dan Bung Hatta, para pahlawan bangsa, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, seluruh kader dan simpatisan PDIP, serta rakyat Indonesia.

Baca Juga:
"Semoga momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI semakin menguatkan bangsa Indonesia dengan semangat dan pemikiran perjuangan para pendiri bangsa," ujar Hasto sembari menyiapkan tongkat pendakian seraya berseloroh, "Mari bakar lemak dengan naik gunung."

Turut mendampingi Hasto, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat, Ketua DPD PDIP Sumatera Utara Rapidin Simbolon, Johannes Oberlin Tobing dari Tim Hukum, serta juru bicara PDIP Aryo Seno Bagaskoro dan Mohamad Guntur Romli.

Sekitar pukul 00.30 WIB, Hasto menyelesaikan rangkaian pendakian dan kembali ke pos seraya mengungkapkan, doa yang dipanjatkannya secara khusus memohon agar kebenaran, keadilan dan kemanusiaan benar-benar ditegakkan di Indonesia.

"Berdoa agar seluruh pemimpin berjuang membebaskan rakyat marhaen, memberikan pendidikan, kesehatan dan penghidupan yang layak secara kemanusiaan. Rakyat kecil harus dihormati dengan seluruh martabatnya," katanya.

Di tengah suasana malam dan "lantai" Pusuk Buhit yang dingin, Hasto mengaku doanya justru terasa semakin khusyuk. Ia juga menyaksikan berkibarnya Merah Putih dan mendapat penjelasan dari Limbong mengenai makna warna putih sebagai kesucian dan merah sebagai kehidupan dalam budaya Batak.

Perjalanan turun berlangsung menantang karena dilakukan dalam kondisi gelap. Hasto bahkan memilih berlari selama sekitar satu setengah jam dan mengaku dua kali terpeleset. "Kepleset itu bagian dari ritual saat mendaki," ujarnya berseloroh.

Bagi Hasto, pendakian Pusuk Buhit bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi momentum untuk mengenang perjuangan para pendiri bangsa sekaligus mendoakan Indonesia agar semakin kokoh memperjuangkan keadilan, kemanusiaan dan kehidupan yang bermartabat bagi rakyat.

Usai pendakian, Hasto mengungkapkan keinginannya kembali mendaki gunung, salah satunya Gunung Tambora di Sumbawa, NTB, yang memiliki ketinggian 2.851 mdpl. Ia juga tertarik menyaksikan dokumenter 14 Peaks: Nothing Is Impossible, yang mengisahkan perjuangan Nirmal Purja menaklukkan 14 gunung di atas 8.000 mdpl dalam 189 hari.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Lagi, Hutan di Kaki Gunung Pusuk Buhit Hangus Terbakar
Partai Garuda Disambut Hangat di Kabupaten Samosir
DPRD Gelar Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-14 Kabupaten Samosir di Pangururan
Sekdakab Humbahas Saul Situmorang Pindah Tugas ke Kabupaten Samosir
Ratusan Warga Lereng Gunung Pusuk Buhit Samosir Gotongroyong Cor Jalan dengan Biaya Patungan
Dinas Kominfo Gelar Lomba Pagelaran KIM Tingkat Kabupaten Samosir
komentar
beritaTerbaru