Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 Juli 2026

Pakta Integritas Tak Cukup, Tes Poligraf Diusulkan untuk Pengelola Proyek Pemerintah

Redaksi - Kamis, 16 Juli 2026 15:18 WIB
180 view
Pakta Integritas Tak Cukup, Tes Poligraf Diusulkan untuk Pengelola Proyek Pemerintah
(harianSIB.com/Dok)
Timbul Raya Manurung.

Gagasan menggunakan poligraf menarik karena menimbulkan efek psikologis. Pejabat dan rekanan yang mengetahui dirinya dapat diperiksa mungkin menjadi lebih berhati-hati membangun kesepakatan tersembunyi. Pemeriksaan juga dapat memancing pengakuan, membuka arah penyelidikan baru atau mempersempit daftar pihak yang harus diaudit.

Namun, poligraf bukan mesin yang secara langsung membaca kebohongan. Perangkat itu merekam perubahan pernapasan, tekanan darah, denyut jantung, keringat dan respons fisiologis lain ketika seseorang menjawab pertanyaan. Respons tersebut dapat muncul karena berbohong, tetapi juga dapat disebabkan kecemasan, ketakutan, kondisi kesehatan, obat-obatan, kelelahan atau tekanan psikologis.

National Academies Amerika Serikat menyimpulkan bukti ilmiah mengenai keakuratan poligraf untuk penyaringan pegawai masih sangat terbatas. Pemeriksaan terhadap peristiwa tertentu dinilai dapat membedakan jawaban jujur dan menipu lebih baik daripada tebakan acak, tetapi hasilnya jauh dari sempurna. Keakuratan untuk penyaringan massal diperkirakan lebih rendah dan rentan terhadap hasil positif palsu maupun teknik untuk mengelabui pemeriksaan.

American Psychological Association juga menyatakan hanya sedikit bukti yang menunjukkan poligraf mampu mendeteksi kebohongan secara akurat. Karena itu, seseorang yang gugup tetapi jujur dapat dianggap bermasalah, sedangkan orang yang terlatih mengendalikan respons tubuh mungkin lolos.

Indonesia sendiri bukan sama sekali asing dengan teknologi tersebut. Polri pernah menggunakan poligraf sebagai alat bantu pemeriksaan perkara pidana. Namun pengalaman investigasi kasus tertentu berbeda dengan pemeriksaan rutin terhadap ribuan ASN, pejabat daerah dan pengusaha yang belum tentu sedang terkait suatu peristiwa konkret.

Jangan Menyalin Situasi Perang

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Tentara Bayaran Pimpinan Wagner 'Memberontak' Melawan Rusia
Undang GAMKI, Dubes Jelaskan Situasi Konflik Rusia dan Ukraina
Kasus Ukraina akan Menjadi Alat Revitalisasi Industri di Eropa
Indonesia Perlu Melakukan Langkah Konkret  Mencegah Meluasnya Konflik Militer Rusia Dan Ukraina
Ephorus HKBP Serukan Doa Perdamaian untuk Ukrania
Sudung Situmorang Monitoring Penanganan Kasus Korupsi di Sumut
komentar
beritaTerbaru