Tebingtinggi(harianSIB.com)
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tebingtinggi Muhammad Deni Saragih SE menegaskan bahwa pihaknya tidak ada mengintruksikan atau melakukan pengadaan baju seragam sekolah SD dan SMP Negeri di Tebingtinggi. Pembelian baju seragam sekolah sepenuhnya diserahkan kepada orang tua siswa
Seragam sekolah, itu semua kita serahkan kepada orang tua mengacu ketentuan Permendikbudristek nomor 50 tahun 2022 tentang pakaian seragam sekolah peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah
Hai itu, disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Tebingtinggi M Deni Saragih saat menjawab pertanyaan Anggota DPRD Tebingtinggi Ernawati dari Fraksi Keadilan Sejahtera saat rapat lintas komisi dengan eksekutif dalam pembahasan Ranperda tentang pertanggungjawaban penggunaan APBD TA 2025, Selasa (11/8/2026)
Baca Juga:
Awalnya,
Ernawati meminta ijin kepada pimpinan sidang yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Husin ST untuk bertanya kepada Dinas Pendidikan terkait biaya pembelian seragam sekolah yang mencapai Rp 800.000 per siswa.
"Hati saya selaku ibu, merasa miris karena ada orang tua murid sampai menggadaikan dan juga menjual barang-barang milik berharga keluarga mereka untuk bisa membayar seragam sekolah yang katannya Rp 800 ribu per siswa," ujar Erniwati
Dalam penjelasannya, Kepala Dinas Pendidikan Tebingtinggi mengatakan bahwa Dinas Pendidikan tidak ada mengintruksikan atau melakukan pegadaan baju seragam sekolah. Pembelian baju seragam seluruhnya diserahkan kepada orang tua siswa dan tidak ada dikoordinir oleh Dinas Pendidikan
"Terkait seragam sekolah, seluruhnya diserahkan kepada orang tua siswa. Karena saat saya baru kadis masalah seragam sekolah ini sudah juga dipertanyakan DPRD kepada saya, makanya persoalan seragam sekolah tidak ada dikoordinir Dinas Pendidikan," ujar Deni
Denipun menambahkan bahwa dirinya ada menganggarkan pembelian baju seragam sekolah khusus untuk orang yang tidak mampu.
Selain Erniwati, Anggota DPRD Tebingtinggi Malik Purba juga mengatakan agar Dinas Pendidikan Tebingtinggi memberikan atensi agar anak-anak sekolah yang belajar di SMA/SMK Negeri Tebingtinggi tidak di dominasi anak yang dari luar Tebingtinggi
"Kita juga miris melihat SMA N1 Tebingtinggi yang siswanya bukan anak Tebingtinggi, mungkin lebih banyak dari luar. Ini harus jadi atensi Dinas Pendidikan, masak nilai anak SMP dari luar lebih tinggi dari anak SMP Tebingtinggi," ujar Malik (**)
Editor
: Wilfred Manullang