Sementara di masyarakat, akses literasi diperluas melalui distribusi 1.000 judul buku di setiap kelurahan bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional.
Selain itu, Dinas Arsip dan Perpustakaan menghadirkan sejumlah inovasi seperti Arpus Challenge, pojok baca digital di Mall Pelayanan Publik, hingga podcast literasi di bus sekolah.
Menurutnya, literasi merupakan investasi jangka panjang yang membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pihak agar berkelanjutan.
Rangkul Komunitas, Dongkrak Literasi
Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Dr. Asrif, M.Hum, menegaskan pentingnya keterlibatan komunitas dalam upaya meningkatkan literasi di Sumatera Utara. Menurut Asrif, Balai Bahasa Sumatera Utara terus berupaya merangkul komunitas sebagai mitra strategis dalam mendongkrak budaya literasi di tengah masyarakat. Pendekatan yang dilakukan tidak lagi hanya bersifat program dari atas ke bawah, tetapi memperkuat komunitas literasi yang telah tumbuh di daerah agar lebih mandiri dan berkelanjutan.