Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 12 Agustus 2026

Konsolidasi dan Rapat Teknis Team Task Force Partai Hanura di Medan Ancam Reshuffle Pengurus Lamban

Firdaus Peranginangin - Selasa, 11 Agustus 2026 14:37 WIB
201 view
Konsolidasi dan Rapat Teknis Team Task Force Partai Hanura di Medan Ancam Reshuffle Pengurus Lamban
Foto: harianSIB.com/Firdaus
Ketua Tim Satgas Task Force DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella memberikan arahan pada Konsolidasi dan Rapat Teknis Team Task Force DPC Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara.

Medan(harianSIB.com)

Task Force DPP Partai Hanura menargetkan konsolidasi struktur organisasi di seluruh Indonesia rampung pada September 2026, sehingga mulai 2027 seluruh jajaran partai di daerah diharapkan sudah siap bergerak. Bagi pengurus yang lamban dan tak sejalan, diancam akan direshuffle.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Tim Satuan Tugas (Satgas) Task Force DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella, dalam acara Konsolidasi dan Rapat Teknis Team Task Force DPC Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara, di Hotel Le Polonia Medan, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, konsolidasi harus dituntaskan lebih awal agar Hanura memiliki waktu cukup panjang menyusun strategi pemenangan Pemilu 2029 dan pada akhir September semua diharapkan selesai, untuk mempersiapkan diri menghadapi Pemilu sejak awal.

Setelah konsolidasi organisasi rampung, Rio mengatakan, Hanura tidak lagi berkutat pada pembenahan internal, melainkan mulai memetakan kekuatan di setiap Dapil, termasuk menentukan figur yang berpotensi maju sebagai calon anggota legislatif melalui survey.

Baca Juga:
Rio menargetkan seluruh persoalan konsolidasi organisasi dapat diselesaikan pada 2026. Dengan demikian, memasuki 2027, struktur Hanura ditargetkan sudah 100 persen siap bekerja dan bergerak di seluruh Dapil untuk DPR RI, DPRD provinsi maupun DPRD kabupaten/kota.

Untuk memastikan target berjalan sesuai rencana, Task Force DPP Hanura juga menyiapkan sanksi bagi pengurus yang dinilai tidak mampu menjalankan agenda partai berupa pergantian atau reshuffle kepengurusan, seperti yang dilakukan terhadap dua Ketua DPC, yakni DPC Pandeglang dan DPC Kota Serang, yang diberhentikan karena dinilai berjalan lambat.

Khusus Sumatera Utara, Rio menilai wilayah ini memiliki modal politik yang cukup kuat, karena berdasarkan hasil Pemilu 2024, kader Hanura di DPRD provinsi dan kabupaten/kota se-Sumatera Utara menyumbangkan sekitar 70 kursi dari total 525 kursi yang dimiliki Hanura secara nasional.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Hanura Sumut, El Adrian Shah, membuka peluang melakukan reshuffle kepengurusan DPD Hanura Sumut setelah konsolidasi partai selesai, untuk memastikan struktur partai diisi kader yang memiliki komitmen, mampu bekerja sama dan sejalan dengan agenda membesarkan Hanura.

"Semoga setelah konsolidasi ini kita akan melaksanakan rapat pleno untuk reshuffle kepengurusan di DPD Partai Hanura Sumut," tegas El Adrian sembari menilai reshuffle penting agar jajaran pengurus dapat bekerja maksimal menghadapi agenda politik ke depan.

Ia juga memberikan sinyal tegas kepada kader yang tidak mampu berjalan bersama organisasi agar memberikan ruang kepada kader lain yang memiliki komitmen.

Di akhir kegiatan, El Adrian meminta seluruh Ketua DPC Hanura se-Sumut menjaga soliditas dan tidak membiarkan perbedaan internal menghambat kerja organisasi.

"Kita ini mau lari 100. Jangan gara-gara satu sampai tiga orang di sini, kita jadi lari 10," ucapnya.

Konsolidasi tersebut turut dihadiri Sekretaris Task Force Hanurani Prajanto, Bendahara Task Force Indah Sri Rezeki, anggota Yossie Indra Pramana dan Ratna Ester Lumban Tobing, Ketua Umum Laskar Muda Hanura Heru Margi Pangestu, serta jajaran pengurus DPD Hanura Sumut dan organisasi sayap partai. (*).

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ratusan Warga Porsea Berangkatkan dan Doakan Caleg DPR RI Partai Hanura Edison Manurung
Bakhtiar Sibarani Mundur Dari Partai Hanura Tapteng
Kodrat Shah : Partai Hanura Siap Mengabdi untuk Masyarakat
KPUD Verifikasi Faktual Partai Hanura Sergai
Percayakan Reshuffle ke Presiden
Peneliti SMRC: Jokowi Reshuffle Airlangga, Rusak Hubungan Politik
komentar
beritaTerbaru