Warga dan Kelompok Masyarakat Sipil Dairi Tolak SKKL Baru PT DPM, Nilai Langgar Putusan MA
Medan (harianSIB.com)Pasca sosialisasi addendum Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL) PT Dairi Prima Mineral (DPM) tanggal 56 Mei 2026 l
Jakarta (harianSIB.com)
Wacana pembentukan tim asesor untuk menentukan status aktivis HAM mendapat sorotan tajam dari DPR RI. Anggota Komisi XIII sekaligus anggota MPR RI, Marinus Gea, menilai ide tersebut berpotensi mengganggu prinsip fundamental kebebasan sipil.
Ia menegaskan, aktivis HAM sejatinya lahir dari kesadaran individu dan kebebasan berekspresi, bukan melalui proses seleksi oleh negara. Menurutnya, jika negara mulai menentukan siapa yang layak disebut aktivis, maka akan terjadi pergeseran makna dari hak yang melekat pada setiap warga, menjadi sesuatu yang dibatasi oleh otoritas.
Marinus juga menyoroti fungsi utama aktivis HAM sebagai pengawas kekuasaan, termasuk pemerintah itu sendiri.
"Aktivis HAM itu salah satu fungsi utamanya mengawasi kekuasaan termasuk pemerintah. Jika pemerintah hadir untuk menyeleksi siapa yang layak dan tidak menjadi aktivis HAM, maka ini cacat logika. Ini kesannya pemerintah mau seleksi siapa yang mau mengawasinya," kata Marinus dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2026), mengutip detik.com.
Baca Juga:Marinus menilai pendekatan tersebut justru berpotensi menciptakan konflik kepentingan, karena pemerintah berada di posisi yang diawasi. Namun sekaligus ingin menentukan siapa pengawasnya.
Lebih lanjut, Marinus menegaskan bahwa menjadi aktivis HAM tidak memerlukan legitimasi dari negara. Dia mengingatkan bahwa jika proses tersebut harus melalui seleksi, maka negara berpotensi membatasi hak warga secara sepihak.
"Negara tidak perlu dimintai izin untuk menjadi aktivis HAM. Kalau pemerintah logikanya harus diseleksi berarti negara merubah hak menjadi privilege. Jadi, suka-suka pemerintah aja, hari ini beri lalu besok cabut," tuturnya.
Politisi PDI-P itu juga menyampaikan kritik yang lebih luas terhadap potensi pembatasan ruang kritik. Menurutnya, negara tidak memiliki legitimasi moral maupun politik untuk menyaring suara kritis masyarakat.
Dalam pandangan Marinus, jika kebijakan tersebut dipaksakan, maka yang terjadi bukan pembinaan, melainkan pembungkaman terhadap kebebasan berekspresi sekaligus melakukan pelanggaran HAM sebagaimana Pasal 28A sampai 28J, UUD 1945 yang mewajibkan negara untuk menghormati, melindungi, dan memenuhi HAM bagi setiap warga negara.
Marinus menegaskan bahwa demokrasi membutuhkan keberanian warga untuk mengoreksi kekuasaan. Tanpa kritik, menurutnya, kekuasaan berpotensi kehilangan arah.
"Kita tidak butuh aktivis yang patuh pada kekuasaan. Kita butuh aktivis yang berani mengoreksi kekuasaan. Karena tanpa kritik, kekuasaan akan kehilangan arah dan tanpa keberanian warga, demokrasi hanya tinggal slogan" tutup Marinus.(*)
Medan (harianSIB.com)Pasca sosialisasi addendum Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL) PT Dairi Prima Mineral (DPM) tanggal 56 Mei 2026 l
Medan (harianSIB.com)Sekolah Menengah Pertama Negeri) dan Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Medan menerapkan program sekolah unggulan dan digita
Jakarta (harianSIB.com)Jaksa Agung ST Burhanuddin menyetorkan hasil denda administratif dan lahan kawasan hutan oleh Satgas Penertiban Kawas
Jakarta (harianSIB.com)Presiden RI Prabowo Subianto berjanji akan menaikkan gaji para pegawai di pengadilan setelah lebih dulu meningkatkan
Jakarta (harianSIB.com)Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan jemput paksa terhadap Direktur Utama PT Toshida Indonesia (TSHI), Laode Sinarwan
Batubara (harianSIB.com)Wakil Bupati Batubara Syafrizal membuka MTQ ke XIX tingkat Kabupaten Batubara di lapangan Indrasakti, Kecamatan Air
Deliserdang (harianSIB.com)Polda Sumut melalui Direktorat Reserse Narkoba menangkap seorang pria bernama Ditra Sinuhaji (39), dalam penggere
Deliserdang (harianSIB.com)Polda Sumut melalui Personel Unit 1 Subdit 1 Ditresnarkoba menangkap seorang pria bernama Brendi Sembiring alias
Medan (harianSIB.com)Polda Sumut melalui Direktorat Reserse Narkoba kembali mengungkap peredaran narkotika di wilayah Kota Medan. Seorang p
Humbahas(harianSIB.com)Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Oloan P Nababan, bersama Dandim 0210/TU Letkol Ronald Tampubolon, meresmikan Je
(harianSIB.com)Konsistensi pengurus terhadap tema yang menjadi kompas organisasi terkadang labil dan tak taat asas, terutama ketika para pen
Aekkanopan(harianSIB.com)Kabar duka datang dari Kabupaten Labuhanbatu Utara. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kakan Kemenhaj) Labur