KPK Geledah Kantor Imigrasi Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat
Jakarta(harianSIB.com)Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Selatan dan kantor imigr
Medan(harianSIB.com)
Perbedaan keterangan para saksi mewarnai sidang lanjutan dugaan tindak pidana korupsi penyaluran bantuan sosial (bansos) korban bencana di Kabupaten Samosir di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (4/8/2026). Perbedaan kesaksian tersebut bahkan membuat majelis hakim mempertanyakan kebenaran keterangan yang disampaikan para saksi di bawah sumpah.
"Siapa yang benar dari yang tidak benar ini?" tanya Ketua Majelis Hakim Hendra Hutabarat saat mengonfrontasi para saksi di ruang sidang.
Majelis hakim mengonfrontasi keterangan Kepala Bidang Rehabilitasi dan Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Samosir, Kristina Sam Elfrida Gultom, dengan Direktur Utama BUMDesma Marsada Tahi, Perawati Sitanggang, serta Direktur Unit Pertanian BUMDesma Marsada Tahi, Elson Simanjorang.
Dalam konfrontasi tersebut, ketiga saksi tetap bertahan pada keterangannya masing-masing dan saling membantah, terutama terkait mekanisme penyaluran bansos dan dugaan pemberian uang kepada sejumlah kepala desa. Majelis hakim menyatakan seluruh keterangan akan dicatat sebagai bahan pertimbangan persidangan.
Baca Juga:Pada sidang yang sama, jaksa penuntut umum juga menghadirkan tiga kepala desa sebagai saksi, yakni Kepala Desa Sampur Toba Boleuson Sihotang, Kepala Desa Dolok Raja Robert Sihotang, dan Kepala Desa Siparmahan Suandi Sihotang.
Robert Sihotang mengakui pernah menerima uang Rp5 juta dari pihak BUMDesma Marsada Tahi yang disebut sebagai "ucapan terima kasih". Menurutnya, uang tersebut telah dikembalikan kepada penyidik Kejaksaan Negeri Samosir.
"Adapun yang kami terima dari BUMDesma berupa ucapan terima kasih sebesar Rp5 juta, dan uang itu sudah kami kembalikan ke Kejaksaan, Yang Mulia," ujarnya di hadapan majelis hakim.
Dua kepala desa lainnya juga mengaku menerima uang dengan nominal berbeda. Dalam persidangan turut disebut nominal Rp3 juta, Rp5 juta, Rp10 juta, Rp18 juta hingga Rp21 juta yang disebut sebagai bentuk ucapan terima kasih.
Namun, saat dikonfrontasi dengan keterangan pengurus BUMDesma Marsada Tahi, ketiga kepala desa membantah adanya pemberian uang sebagaimana disampaikan pihak BUMDesma.
"Untuk itu tidak benar, Yang Mulia," ujar salah seorang saksi.
Majelis hakim kemudian mengingatkan seluruh saksi agar memberikan keterangan secara jujur karena telah disumpah sebelum memberikan kesaksian.
"Jangan kau bilang enggak tahu. Aku terlahir dari anak kepala desa," tegas Hendra Hutabarat.
Sidang juga mengungkap dugaan adanya pemberian uang sekitar Rp30 juta kepada Robert Sihotang, sekitar Rp18 juta kepada Suandi Sihotang, dan sekitar Rp15 juta kepada Boleuson Sihotang. Meski demikian, ketiga kepala desa tetap membantah keterangan tersebut.
Selain itu, majelis hakim menyoroti perbedaan keterangan mengenai proses penyidikan. Salah seorang saksi mengaku telah diperiksa lebih dari 10 kali oleh penyidik Kejari Samosir. Namun, keterangan tersebut berbeda dengan penjelasan jaksa penuntut umum. Ketika diminta menjelaskan kembali, para kepala desa mengaku tidak lagi mengingat secara pasti jumlah pemeriksaan yang telah dijalani.
Sementara itu, mantan Kepala Cabang Bank Mandiri Pangururan, Jonni Ronal Simanjuntak, yang juga dihadirkan sebagai saksi, menyatakan pemindahbukuan dana bansos dilakukan berdasarkan hasil rapat bersama yang melibatkan pemerintah daerah, Dinas Sosial, serta pihak terkait lainnya, bukan atas keputusan dirinya maupun terdakwa Fitri Agust Karo-karo.
"Tidak, Yang Mulia," jawab Jonni saat ditanya apakah kepala cabang bank memiliki kewenangan memindahkan dana nasabah secara sepihak.
Jonni yang kini juga berstatus tersangka menjelaskan terdapat 303 rekening penerima manfaat dengan nilai bantuan masing-masing Rp5 juta. Berdasarkan hasil koordinasi, bantuan direncanakan disalurkan dalam bentuk barang sehingga dana dipindahbukukan ke rekening BUMDesma Marsada Tahi.
"Sepanjang niatnya baik dan bantuan sampai tepat sasaran. Hal itu disetujui oleh pihak Dinas Sosial," katanya.
Ia mengakui mekanisme tersebut seharusnya mendapat persetujuan dari Kantor Pusat Bank Mandiri dan masing-masing penerima manfaat, namun prosedur itu tidak dilakukan.
"Seharusnya ada persetujuan dari penerima. Penerima datang ke Bank Mandiri. Tapi itu tidak dilakukan," ujarnya.
Jonni juga membantah adanya pembahasan pemindahbukuan dana melalui sambungan telepon dengan terdakwa sebelum adanya surat permohonan. Menurutnya, komunikasi saat itu hanya membahas persiapan seremonial penyaluran bantuan.
Majelis hakim akhirnya menunda persidangan dan menjadwalkan pemeriksaan saksi-saksi lainnya pada Selasa pekan depan. Perkara ini menjadi perhatian karena berkaitan dengan penyaluran bansos korban bencana di Kabupaten Samosir yang berdampak langsung terhadap masyarakat penerima manfaat di Sumatera Utara.(**)
Jakarta(harianSIB.com)Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Selatan dan kantor imigr
Medan(harianSIB.com)Polrestabes Medan mencatat penurunan angka kejahatan jalanan sekitar 15 persen selama 300 hari terakhir. Dalam periode y
Medan(harianSIB.com)Pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining Tuberkulosis (TBC) di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terus
Tanjungbalai(harianSIB.com)Sat Samapta Polres Tanjungbalai mengimbau pelajar untuk menjauhi tawuran saat melaksanakan kegiatan patroli dia
Tanjungbalai(harianSIB.com)Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tanjungbalai menangkap seorang residivis berinisial R alias IN (48)
Aekkanopan(harianSIB.com)Pebulutangkis asal Aekkanopan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Nurul Tetra Junia Br Matondang atau Nia Matondang, mema
Medan(harianSIB.com)Kecelakaan lalu lintas tragis merenggut nyawa seorang pelajar sekolah menengah atas (SMA) di Jalan PDAM Tirtanadi, Kecam
Medan(harianSIB.com)Perbedaan keterangan para saksi mewarnai sidang lanjutan dugaan tindak pidana korupsi penyaluran bantuan sosial (bansos)
Medan(harianSIB.com)Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara mencatat nilai impor melalui Sumatera Utara pada JanuariJuni 2026 mencapai
Medan(harianSIB.com)Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia, lapaklapak penjual bendera musiman
Sidikalang(harianSIB.com)PT Dairi Prima Mineral (PT DPM) mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Belawan(harianSIB.com)Tiang dan kawat besi pengaman jembatan Jalan Tol Belmera yang menghubungkan Kelurahan Pekan Labuhan dan Kelurahan Sei